Tiada Hari Tanpa Kopi

kopi tubruk mandhelingTERDENGAR berlebihan? Sepertinya iya juga, meski dalam kenyataannya nyaris betulan. Iya, hari-hari belakangan ini memang nyaris tak pernah dilewatkan tanpa kopi.

Minuman berwarna hitam ini kerap menemani keramaian maupun kesendirian. Biasanya, kehadirannya sering kali menyemarakkan suasana. Apalagi saat kumpul-kumpul sesama teman penyuka kopi dan topik pembicaraan nyambung. Continue reading

Advertisements

Mulai Menyukai Kopi

DULU aku tidak begitu menyukai kopi. Minuman berwarna hitam ini kerap membuat jantungku berdebar-debar. Perut kembung. Di tingkat yang lebih parah – jika minum kopi racikan semisal cappucino – tak butuh waktu lama setelah diseruput untuk membuat perutku mulas.

Tapi itu dulu. Sekarang, kopi agak menjadi lebih akrab di tenggorokan dan di lambung. Pelan-pelan, lidah sudah mulai bisa membedakan mana kopi yang enak dan yang tidak enak. Lambung pun sudah lebih berkompromi. Namun, efek lama dari kopi racikan seperti cappucino masih berlaku. Tidak tau kenapa bisa begitu. Continue reading