Suatu Malam di Omerta

omerta-kaffeehauschenTADI MALAM tiba-tiba ada yang datang. Dua orang pria. Satu masih muda. Satu lagi mungkin jelang 50 an. Keduanya tak pernah datang ke Omerta Kaffeehauschen sebelumnya. Mereka seperti terburu-buru.

Yang lebih tua, posturnya kecil. Kepalanya agak kebotakan. Setelah sedikit dijelaskan stok kopi yang ada, pria itu lalu memesan dua cangkir kopi tubruk Gayo dan langsung membayarkan pesananan itu. Aku menjelaskan pesanan tidak bisa instan karena biji kopi harus digiling sebelumnya. Dia tak protes. Continue reading

Advertisements