Tiada Hari Tanpa Kopi

kopi tubruk mandhelingTERDENGAR berlebihan? Sepertinya iya juga, meski dalam kenyataannya nyaris betulan. Iya, hari-hari belakangan ini memang nyaris tak pernah dilewatkan tanpa kopi.

Minuman berwarna hitam ini kerap menemani keramaian maupun kesendirian. Biasanya, kehadirannya sering kali menyemarakkan suasana. Apalagi saat kumpul-kumpul sesama teman penyuka kopi dan topik pembicaraan nyambung. Continue reading

Advertisements

Kopi dan Jantung yang Berdebar

DI SATU siang yang panas. Omerta baru saja kubuka. Usai membersihkan gelas kotor, aku pun mulai mengepel lantai yang sudah disapu sebelumnya. Area lantai semen yang terkena kain pel belum banyak. Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang.

Rupanya dia mau bertemu dengan pemilik rumah yang kebetulan berbisnis alat GPS untuk dipasang di mobil. Aku jelasin ke bapak itu kalau yang punya rumah sedang tidak ada. Dan menyarankannya untuk datang lagi di lain hari. Continue reading

Suatu Malam di Omerta

omerta-kaffeehauschenTADI MALAM tiba-tiba ada yang datang. Dua orang pria. Satu masih muda. Satu lagi mungkin jelang 50 an. Keduanya tak pernah datang ke Omerta Kaffeehauschen sebelumnya. Mereka seperti terburu-buru.

Yang lebih tua, posturnya kecil. Kepalanya agak kebotakan. Setelah sedikit dijelaskan stok kopi yang ada, pria itu lalu memesan dua cangkir kopi tubruk Gayo dan langsung membayarkan pesananan itu. Aku menjelaskan pesanan tidak bisa instan karena biji kopi harus digiling sebelumnya. Dia tak protes. Continue reading