Tsunami, Sembilan Tahun Silam

Residents of Banda Aceh walk through a scene of destruction, 27 December 2004 following a devastating quake and series of tidal waves (mirror.co.uk)MAYAT-MAYAT ITU jumlahnya ratusan. Mungkin seribuan. Laki-laki. Perempuan. Dewasa. Puluhan anak kecil. Ada yang masih berpakaian lengkap. Banyak juga yang sudah telanjang. Beberapa di antaranya mengenakan seragam polisi. Mataku tertumbuk pada satu jenazah polisi. Perutnya menggembung. Kulit menghitam. Bola mata nyaris mencelat. Darah hitam keluar dari mulut, mata dan telinganya.
Continue reading

Advertisements

Hari Gini Masih Ada Pungli

“Kalau begitu terus kerja aparat Polri/TNI bagaimana masyarakat mau percaya? Sia-sia citra baik yang sedang dibangun mereka. Di kampung-kampung mereka ceramah yang baik-baik di meunasah, tapi di jalanan kelakuannya seperti itu. Bagaimana rakyat percaya,” kata sopir taksi L-300 jurusan Lhokseumawe–Medan yang saya tumpangi.

Continue reading

Help (me)!

Seharian tadi aku berdua Fik Sagala kembali mengunjungi Kecamatan Tanah Pasir, sekitar 30 km dari Kota Lhokseumawe. Masih ada beberapa hal yang perlu ditanyakan ke Camat Tanah Pasir, Razali. Terutama item NGO Jerman yang membangunkan rumah untuk warga Kuala Keureutoe Timur, Tanah Pasir.

Continue reading