Budi Dalton, Presiden yang Calon Walikota Bandung

190113_RHN-BISNIS-01-DEKLARASI-CAWALKOT-BUDI-DALTON. (bisnis-jabar.com)PAGI ini aku dengar kalau El Presidente of Bikers Brotherhood MC Budi “Dalton” Garda Pancala (Budi Setiawan) maju jadi Calon Walikota Bandung mendatang. Ia berpasangan dengan Mira Rosana Gragey, aktivis perempuan bidang sosial. Sial, aku ketinggalan informasi penting ini.

Budi masih muda. Ia kelahiran Bandung 16 Oktober 1972. Pasangannya, Mira juga kelahiran Bandung 6 Januari 1966. Keduanya masih mengajar di Universitas Pasundan Bandung.

Budi adalah sosok yang kalem. Begitupun, di Bandung, siapa yang tak mengenalnya, terutama kalangan usia muda. Seniman, musisi, aktivis, budayawan, bikers, modifikator, anak jalanan, pasti mengenalnya. Sehari-hari, dia riungan di Bandung dengan menunggangi sepeda motor bikinan Inggris, Triumph, yang dimodif chopper ol skool berwarna glitter.

Budi memang (sangat) mencintai motor. Ia berkisah sudah main motor sejak masih duduk di bangku SMP. Saat itu ia masih pakai motor normal sejenis bebek. Tapi, orang tuanya bilang, kalau mau main motor jangan nanggung. Si bapak lalu menghadiahinya Harley Davidson tipe klasik.

Sejak itu dia pun menunggangi HD tua itu. Makanya, jangan heran kalau melihat dia jalan sedikit mengangkang, sepertinya itu efek  kelamaan pakai motor besar dengan jok model pelana yang hanya dilapis kulit tipis.

Beberapa tahun belakangan Budi dipercayakan menjadi El Presidente of Bikers Brotherhood MC, komunitas motor yang berdiri pada tahun 1988. Komunitas ini sangat disegani di Indonesia. BB memiliki member ribuan orang. Ia juga punya cabang di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Medan Sumatera Utara (prospect).

Umumnya member BB menggunakan motor bikinan Inggris yang jumlahnya bejibun di Indonesia. Sumatera Utara menjadi salah satu pemasok populasi motor tua yang kini ditunggangi para member Bikers Brotherhood.

Budi yang berambut semi gondrong ini juga akrab dengan seni rajah tubuh atau tattoo. Sejumlah tattoo menghias kulitnya yang berwarna coklat. Ada tattoo bertuliskan nama istri dan nama anak-anaknya. “Setiap nambah anak, tattoo pasti nambah,” katanya sambil tertawa.

Bukan kebetulan pula secara pribadi aku mengenal laki-laki kurus ini. Saat perayaan Natal Nasional di Gunung Sitoli Nias pada tahun 2005, Budi bersama teman-temannya menjadi panitia bersama TB Silalahi. Mereka mengurus pembuatan panggung dan perlengkapannya. Beberapa tahun kemudian, saat Natal Oikumene di Stadion Teladan Medan, lagi-lagi Budi mengurusi kebutuhan panggung. Di kedua acara itu, aku sedikit terlibat memberikan dukungan.

Sejak itu aku berteman dengan dia. Saat ke Bandung, kalau waktu senggang cukup banyak, kami pasti bertemu. Sebaliknya, jika dia ke Medan, kami juga mengatur pertemuan.

Nah, saat pagi tadi aku mendengar kabar dia maju menjadi Calon Walikota Bandung dari jalur perseorangan, buru-buru aku mengirimkan sms sekedar bertanya. “Serius,” jawabnya. Aku lalu mencoba browsing di Google. Ternyata berita soal ini sudah santer. Senangnya lagi, banyak pihak memberikan dukungan.

Orang-orang yang tadinya sudah apatis pada pemerintah datang memberikan dukungan. Warga yang tadinya cuek pada urusan KTP kemarin ramai-ramai mengurus KTP untuk memberikan dukungan tambahan. Bandung seolah memiliki harapan baru.

Aku jadi senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba teringat suatu sore saat kami duduk-duduk di satu kafe di Braga menghabiskan segelas bir. Sukses ya Lae.

Brotherhood Forever-Forever Brotherhood.

One thought on “Budi Dalton, Presiden yang Calon Walikota Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s