Nongkrong di Pajak Hindu Yuk…

BELAKANGAN ini aku lagi suka nongkrong di Pajak (pasar) Hindu di Jalan Perdana Medan. Tepatnya di sebuah kopi tiam yang juga menjual kuetiaw goreng di sudut pajak itu. Biasanya, aku nongkrong di situ pada sekitar jam 09.30 WIB.

Duduk di sini asik. Anda bisa memandang aktivitas jual-beli yang berlangsung. Di pasar ini tersedia berbagai jenis kebutuhan rumah tangga, utamanya bahan masakan. Ada sayur mayur, ikan segar, daging, buah-buahan, kue-kue, sampai ke peralatan dapur.

Uniknya, di pasar ini pedagang didominasi oleh warga etnis Tionghoa. Meski di antara mereka terselip juga pedagang dari kalangan pribumi dan etnis Tamil. Sedangkan pembeli, umumnya berasal dari kalangan etnis Tionghoa juga.

Pembeli di sini juga unik. Mereka egaliter. Sering kali saat duduk di situ aku melihat pembeli turun dari sebuah Toyota Alphard mulus. Dia seorang perempuan paruh baya dengan dandanan necis. Mungkin saja baru mengantarkan anaknya ke sekolah dan kemudian singgah ke pasar untuk sekadar membeli sayur.

Nah, kalau di tempat aku nongkrong beda lagi suasananya. Meski didominasi kalangan bapak-bapak etnis Tionghoa, mereka sering kali berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Sesuatu yang jarang terjadi di Kota Medan. Sering kali aku iseng menguping pembicaraan, cerita mereka bisa berkembang ke mana-mana, mulai dari bisnis, sampai ke pada kerabat dan teman-teman seusia.

Ada tujuh meja di situ. Ada meja plastik lipat. Ada juga meja kayu. Masing-masing meja bisa diisi empat orang. Kalau sedang penuh, Anda bisa membayangkan keriuhan yang ada di situ. Di warung ini ada dua pedagang kuetiaw goreng. Keduanya adalah acim-acim (ibu) Tionghoa paruh baya. Jenis dagangan mereka sama. Kompor masaknya yang berbeda. Satu masih menggunakan arang bakar, yang satu lagi menggunakan kompor tembak.

Kalau Anda tidak bisa mengonsumsi makanan tidak halal, aku tidak merekomendasikan kalian untuk memesan makanan di sini. Meski Anda bisa memesan mie, bihun, atau kwitiau goreng pakai telur atau sea food, mereka juga menjual semua menu tadi dilengkapi dengan daging babi.

Kalau ada waktu, cobalah nongkrong di situ. Temukan atmosfer baru dalam hidupmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s