Mahasiswa Medan Korban Gempa Jepang Kesulitan Makanan

Yvonne Tan, mahasiswa asal Medan yang berada di Tokyo, Jepang, Sabtu (12/3/2011), dalam kondisi baik setelah gempa dan tsunami menggulung Jepang. Hanya saja, Yvonne mengatakan masih stres dan mengalami sakit kepala hebat. Dia masih trauma dengan bencana yang menimpa Jepang pada Jumat.

“Aku di rumah saja. Di sini masih terus terjadi gempa,” kata Yvonne lewat email kepada medantalk.com. Dijelaskan Yvonne, ia kini berada di tempat yang dalam jangkauan evakuasi cepat kalau-kalau sesuatu terjadi.

Meski berada di tempat aman, namun, kata Yvonne, ia kesulitan mendapatkan bahan makanan. “Barusan aku keluar nyari makan. Supermarket memang buka. Tapi roti-roti pada habis,” katanya pada Sabtu (12/3/2011) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sejak terjadinya gempa dan tsunami, Yvonne mengatakan sulit mencari makanan. Untunglah, temannya yang orang Jepang datang membawakan makanan dan air minum. “Kalau ngga, udah lewat juga aku,” katanya sambil berusaha tertawa.

Saat gempa terjadi, Yvonne sedang lari-lari. Tiba-tiba ia merasa pusing. Ia belum sadar bahwa bumi yang dipijaknya sedang bergemuruh. “Aku kira aku anemia. Lalu aku naik sepeda. Ternyata gak balance juga. Setelah melihat orang-orang lari keluar, aku baru sadar terjadi gempa,” kata alumni SMA WR Supratman 1 Medan ini. Ia lalu mengikuti orang-orang ke tempat yang dianggap aman.

Sampai Sabtu sore waktu Indonesia, Yvonne mengatakan masih stres. Gempa masih terus terjadi. Yang membuat Yvonne takut, berita di televisi mengatakan agar seluruh orang terus waspada pada kemungkinan terjadinya tsunami. “Doain tidak semakin parah ya… barusan gempa lagi.. alamak, ntah kapan berhentinya ini,” kata Yvonne lewat emailnya.

Yvonne tiba di Jepang pada 7 Januari 2010. Ia berangkat ke negeri Matahari Terbit itu untuk melanjutkan pendidikan, kuliah jurusan manga. Sejak kecil, ia memang memiliki ketertarikan pada komik Jepang.

Orang tua Yvonne, kepada medantalk.com mengatakan, pada Jumat sekitar 15.46 WIB masih bisa menghubungi putri sulungnya itu lewat telepon. “Suami saya bisa menghubungi lewat telepon. Kasihan, suara Yvonne seperti orang yang ketakutan dan ingin menangis,” kata, Poh Tju, ibu Yvonne. Namun setelah itu mereka tidak berhasil menghubungi Yvonne kembali. Meski begitu, Yvonne masih menyempatkan diri membalas email dan pesan singkat (sms) untuk memberitahukan kondisinya kepada orang tuanya di Medan.

Meski sempat cemas, orang tua Yvonne kini bisa lebih tenang. Apalagi setelah mengetahui bahwa putrinya itu dalam kondisi baik. “Kami belum mau menanyakan cerita lengkap dari dia. Biarin saja Yvonne istirahat dulu biar dia pulih dan selera makannya bisa kembali. Tadi malam dia tidak bisa tidur dan sekarang mencoba untuk tidur,” kata Poh Tju lagi.

Orang tua Yvonne menyampaikan terim kasihnya kepada seluruh teman-teman Yvonne yang sudah menyampaikan kepedulian mereka dengan bertanya lewat telepon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s