Jessica, Gadis Remaja Penginap Tumor Ganas Menunggu Bantuan Anda

BAYANGKAN jika Anda adalah seorang ibu dan anak perempuan remaja Anda menderita tumor ganas di kakinya kirinya. Bagaimanakah perasaan Anda? Apalagi Anda harus “mengoperasi” sendiri gumpalan daging yang menggelambir di benjolan itu dengan gunting karena si anak merasakan sakit luar biasa? Oh Tuhan…

Saya mungkin tidak akan pernah sanggup untuk melakukan itu. Tapi tidak begitu bagi Renti Simorangkir (38 tahun), seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penenun ulos di Desa Simorangkir Julu Kecamatan Siatasbarita, tak jauh dari Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Renti adalah istri dari Disel Sibuea (44 tahun) dan putri sulung mereka, Beta Jessica (15 tahun), sedang terbaring lemah di rumah mereka menahankan sakit akibat tumor ganas di kaki kirinya.

Adalah seorang facebooker bernama Parlin Pakpahan yang menyiarkan berita ini lewat situs jejaring sosial facebook. Kisah operasi dengan cara primitif itu sendiri disampaikan langsung oleh ibu Jessica kepada Parlin. “Katanya ada sekitar dua kilogram daging plus darah segar sekitar seliter akibat operasi primitive itu,” tulis Parlin di accountnya. Operasi itu sendiri terpaksa dilakukan Renti dengan menggunakan gunting, sekitar sepekan lalu.

Parlin tergerak, ia lalu mengunjungi Jessica pada Sabtu dan Minggu (29-30 Mei) lalu. Tak tahan mendengar kisah operasi itu, Parlin lalu “mengadu” ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung. Sayang, saat itu Sekjen HKBP sedang tak di tempat. Kepada Kepala Biro Personalia Setjen HKBP Pendeta Donald Sipahutar, Parlin lalu meminta pinjaman mobil untuk mengevakuasi Jessica ke Medan. Sipahutar berjanji akan meneruskan permintaan Parlin kepada Sekjen HKBP.

Menurut Parlin, pihak birokrat Kecamatan dan Kepala Desa sudah meminta kepada Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing untuk memberikan bantuan. Sayangnya, Kepala Desa setempat, seorang ibu boru Sibarani, mengatakan Jessica bisa dibantu, bisa juga tidak, kalaupun ada bantuan hanya ala kadarnya. Namun, hingga Senin (31/5) siang lalu, permohonan bantuan belum mendapat jawaban. Begitu juga dengan Sekjen HKBP. Mereka, tulis Parlin, masih membisu.

Menurut hemat Parlin, Jessica harus segera dievakuasi ke Medan dalam pekan ini juga. Mengingat, mungkin saja tumor yang diidapnya akan semakin mengganas.

Kesal dengan pihak terkait yang lambat merespon persoalan ini, Parlin lalu mencoba menggalang dana lewat facebook. Ia berpikir, setidaknya bisa terkumpul dana untuk sekadar ongkos keluarga itu datang ke Medan. Syukurnya, sejumlah facebooker tergerak hatinya. Hingga Jumat (4/6) siang ini, sudah terkumpul dana sebanyak Rp 11.650.000 (Sebelas Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Jessica sendiri sejak Februari 2009 lalu hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya di rumah mereka yang sederhana. Jessica sebenarnya pernah dirujuk ke RSU Swadana Tarutung dan RSU Adam Malik di Medan. Sayangnya, kedua rumah sakit itu tak bisa berbuat banyak. Ia kemudian dirujuk ke sebuah rumah sakit di Jakarta dan diperoleh keterangan medik yang memastikan gumpalan daging sebesar bola basket (plus cairan) di lutut Jessica itu adalah tumor ganas. Namun, karena tak mampu membiayai perobatan, Jessica terpaksa pulang ke kampung tanpa tindakan medik apa pun.

Kalau Anda tergerak untuk membantu, silahkan klik tautan berikut ini: http://www.facebook.com/nadya.faysal?ref=mf#!/photo.php?pid=321575&op=1&o=global&view=global&subj=766249900&id=100000096661297&ref=pf&fbid=131844826828739 di sana informasi terakhir dan ke mana bantuan Anda bisa disalurkan sudah tertera. Tuhan memberkati Anda semua.

Foto: Videsta Tambunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s