Baru Beli Land Rover? Tunggu Takdirmu Kawan!

Benar memang kalau ada yang mengatakan proyek restorasi sebuah Land Rover sejatinya tak akan pernah selesai. Kelar satu proyek, pasti akan ada proyek berikutnya. Kata PUAS adalah barang yang sangat mahal di sini, jauh lebih mahal dari rupiah yang Anda habiskan untuk membangun Land Rover itu sendiri!

Tak percaya? Buktikan sendiri!

Aku sudah mengalaminya. Dalam arti pribadi, diriku sendiri, tentu saja dengan si Landong, Land Rover Series II tahun 61 milikku, dan melihat perlakukan semua teman-temanku pada Land Rover mereka masing-masing. Baik teman-teman di Medan, ataupun teman-teman di milis the_series@yahoogroups.com.

Hampir setiap hari selalu ada postingan yang menceritakan proyek restorasi Landy-nya masing-masing. Setiap hari pula ada yang melego spareparts atau aksesoris untuk Land Rover, terutama tipe Series. Dan hampir setiap hari pula ada yang mengirimkan foto-foto progress restorasi Land Rover miliknya.

Begitu di milis. Begitu pula di antara teman-teman setongkrongan di Medan. Saban kali ketemu di bengkel, topik bahasan pasti tak pernah jauh-jauh dari Land Rover. “Duh, bagaimana kalau aku pakai kap mesin militer ya?” atau “Kayaknya kalau dipasangi snorkel pasti tampilannya akan lebih jantan” kira-kira seperti itulah diskusi yang selalu terjadi saban kali ketemu, sesama maniak Land Rover tentunya.

Lebih ngeri lagi, sekarang, di Medan, sepertinya  teman-teman sedang “berlomba-lomba” untuk memiliki Landy kedua. Sudah punya satu, pengen punya yang kedua. Kalau yang pertama untuk dipakai main lumpur, yang kedua maunya untuk dipakai di dalam kota saja. Warna cat kinclong, mesin sehat, dan kabin dingin karena pakai AC. Atau sebaliknya.

Yah begitulah.

Tapi jangan pernah mengira, kalau sudah pengen Landy kedua, Landy yang pertama lantas “selesai” begitu saja. Oh, maaf… Tidak akan pernah seperti itu sebenarnya. Aku berani menggaransinya.Ingat, satu Landy berarti satu kutukan, dua Landy berarti… Gak percaya?

Karena itu tadi: Restorasi (sebuah atau lebih Land Rover) sejatinya tak akan pernah selesai. Sampai kapanpun! Titik!

Iya, memang seperti itu. Aku tidak usah menceritakan kisah teman lain bersama Land Rovernya. Aku mencoba menceritakan tentang Land Roverku sendiri yang kunamai Si Landong.

Landong kupinang sekitar setahun silam. Saat itu aku tak sengaja berjodoh dengannya. Pertemuan singkat dengan pemilik sebelumnya di sebuah bengkel di Medan, mengantarkanku untuk berkenalan dengan Landong. Sejujurnya, kalau melihat tampang pertamanya, siapapun pasti tak akan pernah meliriknya. Landong itu tak sekadar jelek. Ia malah jauh lebih jelek dari buruk! Silahkan bayangkan sendiri.

Hampir tak ada yang “beres” yang ada di tubuh Landong. Body bulukan. Cat ngelotok, pintu-pintu tak ada yang bener, atap belakang (hard top) tak orisinil, bemper depan-belakang yang ditambahin “gizi” jadi mirip bemper truk-truk di Jalur Pantura, over fender Defender wannabe… Ah, tak mungkin kusebut satu persatu. Tak ada yang betul, itu intinya.

Tapi entah kenapa, aku ketika itu betul-betul jatuh hati. Mungkin karena sebelumnya aku sudah kepengin betul untuk memiliki sebuah Land Rover, sampai akhirnya aku gelap mata dan mencuekkan semua kekurangan Landong itu. Yakinku, tak ada yang tak bisa dibenahi.

Landong pun ditebus dengan harga yang tak murah untuk kondisi seperti itu.

Dua pekan disimpan di rumah nenek – tentu saja plus cibiran dari sana-sini – Landong lalu kuboyong ke bengkel. Singkat cerita, delapan bulan lebih Landong diopname di bengkel itu. Ia lalu keluar dengan biaya “perobatan” yang tak sedikit. Tagihan yang muncul di kuitansi nyaris tiga kali harga beli awal. Tapi kok rasanya anteng aja ya? Ah, kalau sudah maniak Land Rover, Anda pasti tidak akan menyanggah apa yang aku bilang tadi. Aku pun bingung kenapa bisa begitu. Hehehe…

Delapan bulan setelah keluar dari bengkel, judul tulisan ini memang terbukti. Proyek restorasi Land Rover ini memang tak pernah selesai. Kelar proyek besar, muncul masalah lain. Kelar yang satu, jangan langsung senyum! Kalau tidak karena ada komponen yang rusak, pasti Anda sendiri yang “kegatalan” ingin mendandani Land Rover Anda menjadi seperti apa yang diidamkan.

Pengen bikin roof racklah, tukar bemperlah, beli winchlah, ganti ban yang lebih gedelah, cari pelek Kingkonglah… kalau diteruskan, bisa-bisa tak selesai-selesai tulisan ini. Begitulah “kutukan” yang aku maksudkan tadi.

Lihat saja si Landong. Kelar urusan body, sudah menunggu urusan interior dan mesin. Interiornya sudah dicicil sebagian. Doortrimnya sudah dibikinkan. Cuma belum dilapis dengan pelapis. Begitu juga dengan joknya. Masih jok busuk, dengan pelapis kain dari bahan beledu yang sangat ampuh menyerap debu.

Begitu juga dengan mesinnya. Ada yang bilang, ring sehernya sudah minta diganti. Asapnya sudah putih. Olinya selalu berkurang. Bla… bla… bla… Belum lagi dengan sistem pengereman. Mengembalikan fungsi four wheel drive, dan… ah… pusinglah… Hahahaha… Entah berapa lagi biaya yang dibutuhkannya. Sudah kayak pesugihan saja jadinya…

Kalau mau dituruti, memang… restorasi Land Rover tak bakalan pernah selesai. Dan, sekali Anda memutuskan untuk memiliki sebuah Land Rover, siapkan juga diri Anda untuk menerima “takdir dan kutukannya.”

Hahahaha… berpikirlah ratusan kali sebelum memutuskan untuk memiliki sebuah Land Rover Series. Nasehat ini mesti Anda dengarkan dan pikirkan baik-baik. Ini bukan kesimpulan pribadi semata, tapi kesimpulan kolektif para pengguna panci aluminium bermesin ini. Tapi kalau sudah kadung, ya welcome to the club aja deh.

Satu lagi jangan lupa, Anda juga harus mencatat efek psikologis yang akan diakibatkannya. Karena keasyikan ngoprek Landy, kadang teman, keluarga, pacar, atau istri merasa terlupakan. Kalau sudah begini, ampun dah!  Lebih baik dikirim pergi liputan ke Afghanistan aja deh daripada dapat persoalan seperti ini. Hahahaha…

23 thoughts on “Baru Beli Land Rover? Tunggu Takdirmu Kawan!

  1. Tergantung lah bro, selera itu sich… Contoh beli mobil baru jg kalo panas sich teuteup aja “kutukan” berjalan, mulai exterior, interior, mpe mesin ada aja yg di rombak. Hehehe

  2. Ehemm….,cerita yg cukup menarik,saya pribadi walau belum punya land rover,tp lg ngumpulin recehan buat cari landy bekas.Sy ingat kakak sy sendiri,skrg sdh wafat,pd waktu msh hidup,kakak sy boleh dibilang maniak landy,kebetulan beliau pelihara 5 buah landy dr seri 1 s/d 3.Kakak sy memakai landy kurang lebih dari thn 76 smp thn 2003 (dimana beliau wafat),emang gak terhitung rupiah yg tercecer buat si landy.Sudah punya 1 kurang,punya 2 kurang dst.Buat beliau landy adlh “INI BARU MOBIL”.Pd waktu opname di rumah sakit hbs dioperasi,sdh minta pulang,dia bilang sama saya,sdh gak tahan pengen nyetir land rover,kalo gak nyetir landy beberapa hari badan rasanya gak enak,gila ini orang kata saya dlm hati.Sekarang landy-nya tinggal 1 buah,yg lain dijual.Saya sih ngincar landynya yg tinggal 1,tp kata ponakan sy gak bakalan dijual (buat kenang-2ngan).Landy yg tinggal 1 itu mulus habis,tangan ke 2 sama kakak saya.long chasis,sdh pernah ada yg nawar sekitar thn ’89 (50 jt) tp gak dilepas sama kakak sy.Saya ingat sekitar cerita pd thn 1979 dr sodara sy yg meminjam landy-nya kakak sy dibawa naek ke gunung bromo,walaupun diperkosa oleh medan berat,si landy bisa juga mendaki,hasilnya bisa ditebak begitu pulang,si landy,gearboxnya jebol,shock 3 buah patah dll,tp mobil tsb msh bisa berjalan tertatih-tatih.Mohon maaf kalo ceritanya agak panjang,saya cuma mau bilang land rover is the best.Wassalam.

  3. Halo Bang Tomi. Trims sudah mampir di sini. Trims juga untuk tulisannya yang panjang. Hehehehe… memang seperti itulah jadinya kalau sudah kena sindrom Land Rover ini. Susah kena, tapi begitu kena tak ada penawarnya selain memiliki sendiri. Hahahahaha… Pengalaman Abang itu sangat berharga. Kalau bisa, rayulah agar Landy warisan itu bisa Abang pelihara. Itu barang berharga. Lebih baik Abang yang rawat, karena memang cinta. Daripada jatuh ke tangan orang yang salah🙂 Salam kenal ya Bang!

  4. sy tambah pusing ngeliat cerita abang-abang…….pingin punya land rover…tapi duitku belum kumpul……….mudah-mudahan Allah memberiku duit…buat beli land rover….Amiin ya robbal alamin ya Allah

  5. Jangan takut. Kalau udah niat, segera wujudkan. Cerita di atas hanya untuk membuat kita-kita para maniak Land Rover tersenyum sejenak. Hahahaha… Kami bantu doa biar uangnya lekas terkumpul ya. Salam kenal. Denny

  6. Assala..Abang-semua salam kenal. Saya sudah berniat beli Landy, tapi saya pikir-pikir susah cari bengkelnya, apalagi saya tinggalnya di Langsa (Aceh). Kalau boleh mohon di share Bang CakBrewok (yang posted cerita menarik diatas) alamat lengkap bengkel Landy yang baik dimedan Bang, biar hati lebih mantap lagi untuk menungganginya. Terimakasih, Wassalam (Voenza)

  7. Salam kenal juga. Mau beli Landy? Wah, bagus dong niatnya. Hehehehe… Saran saya, beli di Medan, perbaiki semuanya, baru dibawa ke Langsa. Soal bengkel di Medan, bisa ke Rondang Service, Jalan Raya Menteng VII no 236 A, telp 061 77269000. Btw, Landy incarannya sudah ada belum? Saya ada stock soalnya. Mana tau cocok🙂

  8. salam kenal abang-abang sekalian…,
    niat saya alhamdulillah sudah kesampaian buat beli land rover,,,
    kebetulan saya dah punya 2 jenis land rover keluaran pickup 61” & defender 83”…
    tapi ada sedikit masalah niee dalam kenyamannan berkendara,,..
    saya ada niat nee buat makek power stering buat kenyamanan,,,
    power mobil apa sih yang bisa di adopsi buat mobil saya…????
    yang bagusnya ya abang-abang sekalian….!!
    terimakasihh….
    di tunggu pencerahannya….

  9. Sy pecinta jip 4×4.Sebelumnya sy pengguna landy series jg,tp seperti yg disampaikan mas cakbrewok..landy terus merongrong isi kantong sy hehehe,belum lg terkadang tdk sedikit sparepart yg dibutuhkan tdk ready stock alias kudu pesen dan tunggu bbrp hari sampai dihubungi toko sparepart tsb(pdhl toko spesialis landy lho).mmg ada yg menyarankan utk modifikasi kaki2 dan mesin hingga gearbox dgn diesel toyota tp sy tdk mau krn tentunya merusak orisinalitasnya akhirnya dengan berat hati landy dilego,cukup lama menunggu peminat serius hingga akhirnya bs Sold Out padahal kondisinya ckp bgs.Akhirnya kini sy beralih ke daihatsu taft dan jg fj40..utk harian pakai taft dan utk disiksa ya fj40 hehehe.memang sama2 jip jadul,tapi terus terang sy tidak begitu pusing dalam perawatan dan perbaikan seperti halnya saat punya landy dulu. Mohon maaf bukan maksudnya mengecilkan atau menjatuhkan merk land rover,tp ini pengalaman pribadi yg sy rasakan..tentu saja byk yg tdk sependapat krn terbukti club pecinta landy ada dimana-mana. wassalam

  10. Salam kenal buat abang2 semuanya..

    Saya newbie landy lovers, sekarang lg hunting landy. Setelah kasak-kusuk, googling akhirnya nemu landy yg sekiranya cocok dihati dan di budget..

    Berhubungan lokasi kota penjual dan saya relative jauh,supaya saya tidak bolak-balik saya minta masukan dari abang2 sekiranya kondisi apa saja yg harus dicek? Dan penjualnya sudah info bahwa surat landy tsb suratnya gendong.

    Trims buat semua inputnya..

  11. sy jg minat ingin punya landie,tapi sy suka yg full original standart,masih ada gak yah?sy emang gak suka modif.seperti daihatsu taruna sy jg sy jaga ke originalannya.walau banyak kompor di klub.

  12. hai, minat yang sangat baik itu! hahaha… kalau ada waktu, searching aja di fesbuk kawan-kawan yang biasa maen landy. sering kali ada bahan ditawarkan. kalau mau full orisinal juga kadang ada, tapi tau sendiri harganya pasti cukup mahal. atau beli aja dulu seadanya, nanti pelan-pelan dibangun ulang bang. hehehe

  13. saya punya land rover series 2a batok canvas tahun 69 tangan pertama dari baru,saya restorasi kembali seperti keadaan baru sebagaimana mestinya seperti baru keluar dari pabrik,jika berminat silahkan contact ke email saya: wiliam_jasadipura@yahoo.com landy saya baru semua dan original parts semua,siap dipaka dan dipajang!!

  14. Wah, sayang sekali land rovernya harus dijual? Kenapa tidak disimpan saja Om? Kolektor item tuh, berapa mau dilepas?

  15. boleh tau tempat beli spare part ama aksesoris defender asli gak bang??
    lokasi saya di padang, mohon infonya. Trims

  16. bang. landy LWB station sekarang estimasi pasaran harga sampai berapa ya?pengen punya neh…[aling tidak kalau tau pasaran harga bisa mulai nyicil2 nabung, terimakasih

  17. starting di angka Rp 50 juta rata-ratanya ya, dan kemungkinan akan terus naik. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s