Gempa Italia, Sudah 150 Orang Tewas, Regu Penyelamat Masih Berjuang

Ribuan tenda penampungan sementara sudah berdiri di taman-taman dan lapangan sepakbola di Kota L’Aquila, 100 kilometer sebelah timur Roma. Senin (6/4) siang kemarin, kota itu diguncang gempa dahsyat. United Stated Geological Survey (USGS) mencatat, gempa berkekuatan 6,3 SR merubuhkan sekitar 50.000 an rumah. Sedikitnya, 150 orang menjadi korban dan sekitar 1.500 an lainnya cedera.

Sirene polisi masih meraung-raung di tengah reruntuhan bangunan. Sejumlah orang ditangkap polisi karena berusaha menjarah rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya.

“Ini menjadi malam yang sangat keras dan panjang. Sekarang kita duduk di sini, di dalam mobil kita, di tengah-tengah bangunan lain yang akan segera tenggelam,” ujar Piera Colucci, warga L’Aquila. Saat itu, ia sedang bersiap untuk tidur di mobilnya.

Hingga Selasa siang (WIB), regu penyelamat masih berusaha mencari korban yang selamat. Dengan menggunakan tangan dan peralatan seadanya, regu penyelamat mencari sejumlah mahasiswa yang diyakini terkubur di balik reruntuhan asrama. Beberapa ekor anjing pelacak membantu upaya mereka. Petugas pemadam kebakaran, dengan menggunakan alat berat, juga berupaya mengevakuasi warga yang terperangkap, termasuk di sebuah asrama University of L’Aquila. Enam mahasiswa diyakini terjebak di dalam reruntuhan.

Selama melakukan pencarian, petugas pemadam kebakaran berhasil menemukan jasad seorang mahasiswa. Sesosok jasad lainnya berhasil dievakuasi dari reruntuhan asrama Selasa pagi, namun sejauh ini belum ada keterangan lebih lanjut.

Di tempat lain, petugas pemadam kebakaran berhasil menarik keluar seorang wanita 21 tahun dan seorang pria 22 tahun dari sebuah bangunan apartemen lima tingkat yang dihuni oleh banyak mahasiswa.

Di tengah upaya regu penyelamat itu, Perdana Menteri Silvio Berlusconi mengumumkan situasi darurat. “Malam ini, jangan kembali ke rumah Anda. Itu berbahaya,” kata Berlusconi lewat siaran televise.

“Saya Dianggap Gila”
Gempa dahsyat itu menyisakan fakta baru. Ilmuwan Institut Fisika Gran Sasso, Gioacchino Giuliani, mengatakan gempa itu sudah diprediksikannya. “Saya malah dianggap gila,” kata Giuliani.

Ungkapan Giuliani ini lalu ramai dibicarakan di internet. Giuliani kekeuh, jika pihak berwenang tidak mengabaikannya, jumlah korban bisa ditekan. “Gempa dahsyat itu sudah saya prediksikan,” kata Giuliani, seperti dikutip CNN.

Maret lalu, dengan menggunakan van yang dilengkapi pengeras suara, ia berkeliling mengumumkan peringatan gempa. Ia mengimbau warga kota agar meninggalkan rumah mereka. Aksinya itu menimbulkan kemarahan walikota. Giuliani dilaporkan ke polisi karena menimbulkan kepanikan. Ia juga dipaksa menghapuskan prediksi gempanya yang diposting di internet.

Perlakuan itu membuat Giuliani sakit hati. “Mereka harus meminta maaf pada saya,” katanya. Giuliani mengklaim dia terus memonitor konsentrasi randon yang memeringatkan bakal ada gempa pada Senin. Namun, dia sengaja tak menyampaikannya pada pihak berwenang. “Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,” tambah dia. Dijelaskannya, sejak pertengahan Januari lalu getaran-getaran awal di wilayah tersebut sebenarnya telah dirasakan Giuliani.

Hingga pada Minggu (5/4) lalu ia semakin yakin bahwa gampa dahsyat akan terjadi. Namun Giuliani tak bisa berbuat apa-apa sampai akhirnya gempa itu benar-benar datang.

Gempa berkekuatan 6,3 SR itu merobohkan bangunan kuno dan bangunan modern di L’Aquila dan sekitarnya. Sejumlah bangunan tua, termasuk kastil-kastil dan gereja kuno, juga mengalami kerusakan.

Walikota L’Aquila Massimo Cialente mengatakan, sekitar 100.000 orang kehilangan tempat tinggal. Belum diketahui apakah perkiraannya tersebut telah mengikut-sertakan warga yang tinggal di daerah lain di sekitar kota.

Dalam wawancara di televisi, Silvio Berlusconi mengumumkan situasi darurat. Ia juga membatalkan kunjungannya ke Rusia. Paus Benediktus XVI berdoa untuk para korban, khusus anak-anak dan mengirim ucapan duka cita kepada uskup agung L’Aquila. Ungkapan belasungkawa juga datang dari seluruh dunia, termasuk dari Presiden AS Barack Obama. [associated press]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s