Bak Anak Ayam Kehilangan Induk

Kota Medan

Kota Medan

Pemko Medan mengelak dikatakan lambat bertindak. Tapi kualitas pelayanan publik (masih) tetap buruk. Seperti anak ayam kehilangan induk. Begitulah kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan sekarang ini.

Kualitas pelayanan publik semakin payah karena pemerintahan berjalan (hampir) tanpa konsep. Memburuknya kinerja ini semakin terasa pasca penahanan Walikota Abdillah dan Wakilnya Ramli Lubis.

“Pelayanan publik sudah sangat kronis. Padahal pajak yang dibayar masyarakat sangat besar. Pelaksanaan pemerintahan kacau-balau,” ujar Filiyanti, Pemerhati Tata Kota dan Transportasi yang juga staf pengajar di Fakultas Teknik USU, Medan. Filiyanti menilai, kini kinerja Pemko Medan semakin awut-awutan. Pelayanan publik yang dimaksudkannya termasuk di dalamnya adalah buruknya jalanan, drainase, pengurusan KTP, sampah, sampai pada masalah kesehatan.

Persoalan yang paling mengesalkan bagi Filiyanti adalah ketidaktegasan Afifuddin Lubis, Pj Walikota Medan, dalam membatalkan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Medan untuk rencana pembangunan kota (stand plan) 2006-2016. “Ia tidak berani meminta secara tegas kepada Bappeda Medan untuk mengembalikan seluruh dana penyusunan dokumen RUTR tersebut,” katanya dengan nada tinggi.

RUTR Medan ini, menurut Filiyanti, sangat membahayakan kelangsungan Kota Medan dalam jangka panjang karena penyusunannya tidak sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan Kota Medan. “Dalam RUTR tersebut siapapun bisa membangun perumahan fasilitas sosial, atau fasilitas umum di mana saja,” ucapnya. Ia khawatir, jika tidak dibatalkan, akan berdampak negatif bagi masyarakat Medan saat ini maupun mendatang. “RUTR itu tidak bisa diterapkan. Afifuddin harus tegas membatalkan dan menyusun yang baru sesuai pertumbuhan Kota Medan,” tegasnya.

Selain menilai semua itu sebagai awut-awutnya kinerja Pemko Medan, Filiyanti mencium adanya “simsalabim” dalam penyusunan RUTR itu. Misalnya, penggunaan dana sebesar Rp 2,3 miliar untuk membayar gaji 109 asisten ahli dan tenaga pendukung penyusunan dokumen. Ternyata, yang bekerja hanya empat orang, terdiri dari dua ahli planologi, satu ahli transportasi, dan satu editor. Akibatnya, master plan 2006-2016 ini dikerjakan asal-asalan yang akhirnya akan merugikan. “Masyarakat kian digusur, lingkungan tak tertata, pusat ekonomi tidak jelas, transportasi makin membingungkan dan pergeseran pembangunan dari selatan ke utara, dari timur ke barat. Sangat aneh,” tambahnya.

Singkat kata, Filiyanti melihat kinerja pemerintah kota ini semakin tidak beres. Benarkah? Rusdy Siregar, Plh Kabag Humas Pemko Medan membenarkan sangat banyak pertanggungjawaban yang mesti dibenahi dan diselesaikan Pemko pasca penahanan Abdillah-Ramli, termasuk pelayanan publik.

Di bawah kepemimpinan Afifuddin, Rusdy mengatakan, pihaknya terus berusaha memperbaiki pelayanan publik dan menolak jika disebut lamban. “Pengerjaannya tidak bisa dalam satu-dua bulan,” ujarnya. Buktinya, beber Rusdy, Dinas PU Medan sampai akhir 2008 sudah melakukan pengaspalan sekitar 290 jalan di wilayah Kota Medan juga sebagian drainase/parit dengan dana Rp 86 miliar. Begitu juga persoalan sampah. “Kita atur jadwal pembagian jam tugas pengangkutannya antara Kecamatan setempat dan Dinas Kebersihan Pemko menggunakan truk sampah Pemko. Intinya, kami berupaya membenahinya,” ujarnya.

Masalah KTP yang banyak dikeluhkan warga soal pengurusannya, menurut Rusdy mulai dibenahi sejak Oktober lalu. Blanko sudah tersedia. Menumpuknya blanko KTP dari Januari hingga September, kata Rusdy, merupakan warisan masa pemerintahan Abdillah. “Masyarakat jangan khawatir. Oktober lalu blanko sudah disebarkan,” katanya. Singkatnya, Rusdy mengatakan program Pemko yang diprioritaskan. “Siapapun pemimpinnya, kita konsisten menjalankan program yang menjadi tanggungjawab kita,” ujarnya.

Dzulmi Eldin, Sekda Kota Medan yang baru dilantik, lewat ponselnya menepis anggapan Pemko Medan “cari aman” di sisa periode Abdillah yang tak sampai setahun ini. Menurutnya, Pemko Medan akan komit melanjuti program-program Pemko. Di antaranya sudah membuat beberapa program yang menjadi tugas pokok dan fungsinya sebagai Sekda. Menyelesaikan pembahasan revisi struktur organisasi Pemko Medan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 41/2007, mutasi jabatan, pengajuan draft APBD Perubahan (APBD-P) tahun 2008 dan rancangan APBD 2009.

“Saya segera menyerahkan draft rancangan peraturan daerah (Perda) tentang revisi struktur organisasi itu ke DPRD. Dalam pertengahan bulan ini kami upayakan sudah sampai draftnya ke dewan. Tentang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas mana yang akan dieliminasi ataupun dimutasi penjabatnya,” ujarnya. Dia juga akan mengupayakan agar pengajuan RAPBD 2009 secepatnya ke DPRD Medan. Mengejar waktu pengesahannya menjadi APBD 2009 yang diminta dewan pada Desember 2008. “Karena itu saya harus berkoordinasi dulu dengan jajaran Pemko untuk membahas realisasi penyerapan anggaran 2008 yang sebesar Rp 1,8 triliun itu,” ujarnya.

Menurutnya, mutasi atau penempatan SKPD di jajaran Pemko Medan adalah dilakukan sejalan dengan penerapan PP 41/2007. “Penempatan jabatan itu akan segera kita laksanakan tahun ini juga setelah revisi struktur organisasi Pemko Medan. Ini dilakukan agar kinerja Pemko bisa lebih efisien, mengingat waktu yang singkat untuk mengejar hal-hal yang perlu segera diperbaiki dan diselesaikan,” ujarnya.

Dzulmi sah-sah saja “membela diri.” Tapi kenyataan di lapangan menunjukkan realita yang sebenarnya. Tokh, banjir tetap datang, jalanan masih berlubang-lubang, sampah masih berserakan, dan pengurusan KTP masih berlarut-larut. Bagaimana ini Pak? (DS-M Isya – Sihar Sitompul. Foto: Fauzi Ilham – Medan Weekly. Artikel ini sudah dimuat di Rubrik Fokus Medan Weekly edisi 13, 21 – 27 November 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s