Ke Bireuen Pun Kau Kan Kukejar

Polisi bergerak cepat. Satu tersangka berhasil dicokok polisi, sisanya menunggu waktu.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Nanan Sukarna kini bisa tersenyum. Tertangkapnya seorang tersangka pelaku perampokan KCP Bank Mandiri Dharma Agung Jalan Syailendra Medan pada 22 September lalu agaknya bisa sedikit melegakan alumnus FBI Amerika Serikat itu. Setidaknya, ini menjadi bukti Nanan tidak “main-main” di daerah ini.

Julianto Syahputra alias Uli alias Reve Syaputra Saragih, 28 tahun, penduduk Simpang Empat Deli Serdang, dicokok di Matanglumpangdua, Kabupaten Bireuen, Minggu sore pekan lalu. Julianto berhasil dibekuk setelah polisi menelusuri informasi yang menggiring ke tempat persembunyiannya itu. Saat digrebek Tim Poldasu yang bekerjasama dengan Polda NAD, Julianto sedang berleha-leha di persembunyiannya itu. Ia sempat berupaya memperdaya polisi dengan berpura-pura akan menunjukkan persembunyian sindikatnya. Tapi, karena sempat berusaha melarikan diri, polisi terpaksa menembak tersangka di kedua kakinya, tutur Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Baharuddin Djafar.

Polisi menyita barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha RX King hitam tanpa nopol, 1 pucuk senjata api jenis FN 45 tanpa nomor seri, 34 butir peluru dan dompet berisikan uang Rp 200 ribu, kartu ATM, KTA TNI palsu, dan KTP.

Kisah sukses penggerebekan ini berawal dari instruksi Kapoldasu yang memerintahkan agar anggotanya aktif memburu para tersangka yang diduga empat orang itu. Demi keberhasilan operasi ini, Nanan sengaja menggelontorkan kocek pribadinya untuk menalangi operasional kasus ini.

Jelang Lebaran lalu, tim khusus yang dikomandoi Kapoltabes Medan AKBP Aton Suhartono mengendus keberadaan sindikat perampok bersenpi itu di salah satu kediaman di tengah Kota Medan. Sayangnya, kedatangan polisi kadung bocor. Polisi sempat kejar-kejaran dengan sindikat itu. Sialnya, mobil yang ditumpangi polisi terbalik. Para penjahat itu kembali raib. Beberapa orang petugas malah terpaksa harus dirawat di RS Bhayangkari Medan.

Penyelidikan kembali diulang dari nol. Dari catatan nopol sepedamotor yang digunakan para perampok, diketahui berada di kawasan Bireuen, Aceh Utara. Polisi bergerak lagi, dan Julianto pun dibekuk.

Pengakuan sementara Julianto, sindikatnya sudah melakukan 9 kali perampokan. Enam di antaranya ada di Medan dan tiga lainnya di Jambi. “Di Sumut (Medan), di antaranya perampokan Bank Mestika kawasan Medan Labuhan dan perampokan Bank Mandiri Cabang Pembantu UDA Medan,” tutur Baharuddin.

Selain mencokok Julianto, polisi kini masih memburu tiga tersangka lainnya. “Identitas serta keberadaanya sudah diketahui. Mengenai uang hasil perampokan, kita akan cek ATM tersangka apakah sebagian uang tersebut dimasukkan ke dalam ATM-nya,” kata mantan Kapolresta Dairi itu.

Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa memastikan keberadaan senjata api jenis Colt yang dipinjamkan ke Bank Mandiri yang dirampas para pelaku. Yang pasti, polisi meyakini tiga tersangka lain masih memegang senjata api jenis AK 47 dan Colt milik Poldasu. “Kita akan uber mereka terus. Beri kesempatan dan waktu kepada kita untuk meringkus kelompok ini,” kata Kapoldasu Irjen Pol Nanan Sukarna kepada MW, Rabu lalu di SMK Pencawan Medan.

Julianto adalah anggota kelompok perampok Resmadi Cs. Kepada penyelidik, ia mengaku terlibat di sejumlah TKP pidana bersama Resmadi CS. Julianto sepertinya memang begal spesialis bersenjata api jenis FN. Ia dikenal bertangan dingin saat beraksi, mungkin terpengaruh darah muda, ia tak segan-segan menghabisi nyawa korban yang mencoba melawan.

Dari catatan kriminal Poltabes Medan, kasus perampokan bersenpi dengan korban toke lembu di gerbang tol Tanjung Morawa dan perampokan gaji karyawan PTPN II Hamparan Perak juga melibatkan Juli. Namun ketika terjadi saling tembak antara petugas vs Resmadi CS di perbatasan Sumut-Riau, Juli berhasil lolos. Tapi Resmadi apes, ia berhasil dicokok petugas.

Perampokan di KCP Bank Mandiri Dharma Agung di Jalan Syailendra/ Dr TD Pardede Medan di pekan ketiga September lalu berhasil menguras uang nasabah berkisar Rp 931.402.000. Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Meski begitu, senjata api jenis Colt milik Poldasu yang dipinjamkan kepada security Mandiri dilarikan para tersangka. (Denny Sitohang dan Ganda Citra Rata – MedanWeekly)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s