Saat Matahari “Bercincin”

Pagi tadi (22/9), matahari di langit terlihat dilingkari cahaya yang mirip dengan pelangi. Ini merupakan gejala alam biasa yang dikenal dengan Halo.

Menurut penjelasan Analis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I di Medan, Rika Karyani kepada detik.com, fenomena halo yang terjadi ini, terlihat mulai sekitar pukul jam 11.00 WIB. Dikatakannya, halo merupakan fenomena alam biasa, tidak jauh berbeda seperti pelangi. Bedanya pelangi seolah berada di ujung cakrawala sehingga tidak terlihat utuh bulat. Sementara halo karena di atas maka terlihat bulat.

Terbentuknya efek halo itu karena ada kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada pada troposfer, lapisan terendah yang tebalnya kira-kira sampai dengan 10 kilometer di atas permukaan bumi. Fenomena ini masih terlihat hingga lewat pukul 13.00 WIB.

Fenomena ini juga menjadi pembicaraan hangat warga kota. Secara keseluruhan tidak ada yang berbeda dengan matahari, kecuali lebih silau dari biasa. Banyak warga Medan mengabadikan peristiwa ini dengan menggunakan kamera digital atau dari ponsel masing-masing.

One thought on “Saat Matahari “Bercincin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s