Land Rover Series II ’88, The Next Project

Hampir sebulan sudah sebuah Landy Ijo gak jelas parkir di rumah si Opung. Pertama kali diangkut dari seorang bapak di kawasan Tanjung Morawa, bentuknya tidak keruan. Ketika itu, jika dilihat sekilas, lebih mirip wujud Jeepney yang ada di Filipina dibandingkan dengan bentuk sebuah Land Rover.

Bemper depan – belakang ditambah plat ekstra versi modifikasi entah aliran apa. Belum lagi extra fender yang mencoba meniru bentuk Defender, tapi juga tidak jelas. Pintu-pintu yang sudah tidak bener. Handle pintu asli yang sudah hilang dan berganti dengan handle pintu plastik ala mobil Jepang. Setir yang spilling habis-habisan (diputar separuh lebih putaran, tapi ban tetap lurus), jok yang entah berasal dari mobil apa? Hardtop yang terbuat dari plat besi yang ujung-ujungnya membuat bobot mobil seberat monster. 4WD tidak berfungsi, secara as kopel tak ada, dan gearbox nya sudah pake bawaan Isuzu itu sendiri. Pas diintip kolong belakang, gardan nya juga udah pake punya Chevrolet. Uppsss… chassis ujung bagian belakang juga sudah korosi. Bla…bla… bla…

Kelebihan Landy ini cuma tiga: sudah pakai mesin Isuzu diesel, 3.000 cc, kondisi mesin yang sehat walafiat, rem yang benar-benar pakem, dan surat-suratnya sudah disesuaikan dengan mesin barunya. Artinya, gak perlu lagi mesti takut-takut dengan razia Polantas atau apapun yang terkait dengan legalitas kendaraan.

Dua minggu setelah berpindah tangan, si Ijo kubawa ke bengkel las untuk dicukur semua pernak-pernik tak standar yang menempel di body nya. Keluar dari situ, si Ijo terlihat lebih segar. Jelas saja, puluhan kilo bobot tambahan seperti tumor itu sudah terlepas dari tubuhnya. So, next project sudah bisa direncanakan.

Hampir dua pekan lalu, si Ijo aku titipin di bengkel Landy yang ada di Jalan Sisingamangaraja. Ke si abang mekanik, aku minta tolong dicarikan hardtop bawaan Landy yang terbuat dari material aluminium itu. Aku juga minta dicarikan pintu asli untuk mengganti ketiga pintunya. Kap mesinnya belakangan saja. Selain masih bagus, lumayan untuk menghemat sementara. Nanti kalau ada dana nganggur, barulah diganti dengan kap mesin yang alumunium.

Kemaren, sebelum ngantor, aku singgahin ke bengkel. Ternyata si abang sudah mulai proses pengerjaan. Pintu-pintu semuanya sudah dicopot. Begitu juga dengan kaca-kaca jendela. Dia juga sudah berupaya untuk melepas baut-baut pengikat hardtop nya. Tapi, karena hardtop buatan itu agak-agak susah dibuka (baut pengikatnya tertutup plat yang dilas listrik), perlu upaya agak kasar untuk membongkarnya. Si abang bilang, dia akan mengerjakannya secepat yang dia bisa. Tungguin aja!

Ah, gak sabar rasanya ingin merestorasi Landy itu segera. (gambar di bawah menunjukkan arah modifikasi yang aku inginkan)

13 thoughts on “Land Rover Series II ’88, The Next Project

  1. Bawa ke Westcoast custom aja bro…. Kalo gak sanggup nulis ke PimpMyRide

    Pengen denger X jambak baju Bos Den sambil teriak… “You’ve been Officially Pimped…!”

    hyuauhauhaa

  2. Westcoast custom? Hahahahaha… mereka tak pernah mengerjakan proyek restorasi dengan menggunakan parts original… Jadi mungkin tak akan sesuai bro!

  3. nyahahahahahhaha……
    wok wokkk…
    kalo mobil ini bisa bicaraa : “makasiii dennyy, ngakut aku dr panti jompo”
    hahaha

  4. sabar bang untuk restorasinya…mungkin perlu bertahun tahun sampai sempurna…salam series

  5. salam kenal bang aku agung di bali,aku juga punya landy heritage from my father,,aku juga lg nyari pintu defender 2nd…semangat bro,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s