Jumat Pagi, Tentang MedanWeekly yang Terlambat

Jumat, 22 Agustus 2008. Hampir pukul 08.00 pagi. Seharusnya pagi ini tabloid MedanWeekly edisi perdana sudah beredar di pasar. Ya, seharusnya. Tapi ternyata banyak faktor membuat tabloid baru yang “pagi-pagi sekali” sudah menghebohkan Kota Medan ini belum juga dicetak. Itu berarti distribusinya akan molor beberapa jam ke depan. Ya beberapa jam, karena hari ini juga soft copy hasil desain akhir tabloid itu mesti harus dilumat mesin cetak. Jika tidak, semuanya akan menjadi antiklimaks.


Sepekan belakangan, publikasi soal akan terbitnya tabloid 44 halaman yang dicetak di kertas HVS dan full colour ini sudah disounding di salah satu suratkabar harian paling besar di kota ini. Karena itu pula isu soal akan terbitnya tabloid itu sudah menyentuh sampai pinggiran kota. Kalimat-kalimat bernada provokatif dan mengundang rasa penasaran yang dikreasikan di iklan-iklan display itu ternyata memang mujarab. MedanWeekly menjadi pembicaraan di mana-mana, bahkan sebelum hari kelahirannya.

Di satu sisi ini merupakan publikasi yang sangat baik bagi tabloid kami itu. Tapi di sisi lain, itu semua menjadi beban sangat berat yang mesti kami tanggung. Gimana gitu rasanya ditunggu-tunggu oleh orang banyak, satu kota pula! Berat kali rasanya.

Barusan aku cek teman bagian marketing yang stand by di telepon. Astaga, ternyata sejak tadi telepon berdering hampir tiada henti. Magen, si teman, sedang serius menjawab si penelpon. Jarinya sibuk menulis di selembar kertas yang sudah nyaris penuh. Kertas itu hampir lecek, dipenuhi catatan nama pemesan, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

“MedanWeekly selamat pagi. Dengan Magen, ada yang bisa dibantu?”

”Maaf pak, seluruh loper kami sedang keluar mengantarkan tabloid. Mungkin giliran bapak kami antar agak siang.”

”Harga langganan Rp 40 ribu, jika dalam sebulan cuma 4 minggu. Dan menjadi Rp 50 ribu kalau ada lima minggu. Harga memang sama dengan eceran. Kelebihannya, untuk pelanggan langsung kami antarkan ke alamat.”

“Kalau bapak memutuskan untuk berlangganan sekarang, kami akan memberikan 2 edisi gratis. Bapak cuma bayar di akhir September.”

Magen sudah seperti robot. Dia mengulang-ulang jawaban yang hampir sama kepada setiap penelpon. Oh Tuhan, dia terpaksa melakukan kebohongan kecil soal loper itu. Aku tak bisa berkata apa-apa. Hehehehe… Mungkin kalau aku jadi dia, aku akan melakoni hal serupa. Daripada mendapat makian, lebih baik bohong dikit demi kebaikan.

Barusan Pemred telepon. Dia berpesan agar aku dan teman-teman yang tersisa di kantor jangan pulang dulu. Siapa tahu ada persoalan lagi dengan proses cetak. Pesan si bapak kami boleh pulang kalau tabloid sudah selesai cetak dan dipastikan semuanya berjalan lancar.

Dia mungkin gak tahu, hampir tidak ada lagi keinginan untuk pulang sekarang ini. Ngantuk berat sudah lewat sejak sekitar jam 05.00 pagi tadi. Sekarang, tak ada hasrat lain selain ingin cepat-cepat melihat tabloid itu dan tentu saja melihatnya tersebar di luaran sana.

Ah, mudah-mudahan proyek ini bisa berjalan lancar untuk seterusnya.


3 thoughts on “Jumat Pagi, Tentang MedanWeekly yang Terlambat

  1. Selamat yah, penerbitan Medan weekly. Sukses selalu!

    Belum apa2 aku sudah ditodong langganan oleh Bos “Blogger” Tonggo, akhirnya dengna “pasrah” aku langganan hauahuahuahuahuaaa….

    Ayo buktikan kalo Medan Weekly memang beda dari predecessornya…


    Ini dihapus aja yah:
    Anyway kalo MW butuh bantuan just shoot… OK?

  2. Salam kenal ya..pengen sharing nih..klo perusahaan anda butuh kegiatan team building..saya bisa membantu..ato kalo ada contac person perusahaan yang dapat saya hubungi tentang hal tersebut….thanks..ya atas bantuannya…

  3. congrat’s buat medan weekly! better late than never rite?🙂
    keep rockin’ for MW!

    best rgds,
    -oya-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s