Sitohang, Gudangnya Seniman Batak

Satu lagi keturunan Sitohang yang berbakat alami dalam seni musik. Mikhael Sitohang, saat ini berusia 11 tahun dan baru naik ke kelas 6 Sekolah Dasar. Dia tinggal bersama orang tuanya di Tangerang, wilayah pinggiran Jakarta.

Ayahnya Wilson Sitohang secara sengaja memang mendidik Mikhael bermain semua alat musik batak seperti Sarune (serunai), Sulim (seruling), Taganing dan lain-lain. Saat ini Mikhael sudah sering tampil menghibur antara lain di pesta-pesta pernikahan masyarakat Batak sekitar Jakarta. Pendengarnya sangat kagum dengan kemampuan Mikhael memainkan semua alat musik tradisional Batak. Dengan kemampuannya yang dimiliki pada saat usianya yang masih muda seperti ini, tampaknya hanya waktu dan kesempatan untuk sering tampil di panggung saja yang dibutuhkan Mikhael untuk menjadi artis seni Batak berkelas nantinya.

Sejarah seni tradisional Batak dihiasi oleh banyak keturunan marga Sitohang yang kampiun di bidangnya. Sebutlah misalnya, Magumbang Sitohang dan Dari Uhum Sitohang. Kedua nama ini adalah pendiri dan pemilik opera Batak yang tersohor pada antara tahun 50an hingga akhir tahun 70an.

Mikhael Sitohang sedang meniup seruling Batak yang disebut “sulim.”

Selain kedua nama itu, penggemar Opera Batak juga tentu akan mengingat satu primadona yang sangat dinanti-nanti penggemarnya pada masanya yaitu Rosmala Sitohang. Walaupun saat ini Rosmala tidak segemerlap atau secantik saat ia masih muda dulu, namun bakat seninya diakui tidak lekang sama sekali. Saat ini, sesekali dia masih tampil di cafe-cafe yang atau pesta-pesta pernikahan orang Batak di Jakarta. Permainan taganingnya masih mendapatkan pujian dari para pendengarnya.

Salah satu mantan seniman Opera Batak yang masih tetap berkarya saat ini adalah Marsius Sitohang. Marsius saat ini tinggal di Medan dan sudah hampir duapuluh tahun belakangan ini menjadi dosen musik Batak di Jurusan Etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara Medan. Dengan kemampuannya bermain semua alat musik Batak terutama sulim, Marsius sudah tampil di berbagai pentas di banyak tempat termasuk beberapa kali di luar negeri seperti di New York Amerika Serikat. Catatan menarik tentang kemampuan Marsius dalam meniup sulim adalah ketika dia melakukannya di depan peti jenazah salah seorang sahabat karibnya di Toba Samosir. Dia tidak mangandung atau menangis seperti umumnya yang dilakukan orang Batak saat melepas kepergian sahabat karibnya. Semua yang hadir saat itu tidak dapat menahan tetesan airmatanya karena tiupan sulim Marsius. Marsius mengganti suara tangisannya dengan tiupan sulimnya dan semua yang mendengarnya merasakannya seperti bunyi yang “sangat indah” untuk melepaskan seorang sahabat karib.

Selain itu musisi Batak keturunan Sitohang lainnya adalah Martogi Sitohang, seorang musisi muda Batak lulusan Jurusan Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara. Seperti Marsius, Martogi yang lahir dan besar di Samosir ini juga piawai memainkan semua alat musik tradisionil Batak. Martogi yang saat ini tinggal di Jakarta juga telah tampil di berbagai pentas pertunjukan di berbagai tempat di Indonesia bahkan di manca negara termasuk di Eropa dan Amerika Serikat. Martogi telah meluncurkan beberapa album seperti “Seruling Sang Guru” berisi musik instrumentalia Batak. Baru-baru ini Martogi juga telah meluncurkan sebuah album berisi musik instrumentalia rohani bekerja sama dengan pemain biola terkemuka Hendri Lamiri dengan judul “Praises of the Little Shepperds.” Martogi saat ini banyak melakukan eksperimen musik tradisional Batak dengan harapan musik Batak tetap lestari dengan mengadopsi beberapa bagian dari warna musik modern.

Kehadiran Mikhael tampaknya akan meneruskan sekaligus mengukuhkan nama besar marga Sitohang dalam catatan sejarah musik Batak. Semoga…

Jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai seniman-seniman tersebut di atas, termasuk informasi pemesanan pementasan dapat juga mengirimkan email ke: pomparan@sitohang.org

sumber: http://sitohangdaribintan.blogspot.com/2008/07/mikhael-sitohang-melanjutkan-tradisi.html

3 thoughts on “Sitohang, Gudangnya Seniman Batak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s