Banjir Bandang Sapu Taput

Bencana belum usai di Tapanuli. Belum sepekan terjadi gempa, Kamis (22/5), sekitar pukul 23.00 WIB, banjir bandang menyapu Kecamatan Purbatua Kabupaten Tapanuli Utara.
 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun, satu gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sibulanbulan Distrik Silindung resort Simangumban dan puluhan hektar sawah masyarakat rusak “disapu” luapan air Sungai Bombongan bercampur lumpur dan gelondongan kayu. Diperkirakan, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

 

“Pada saat kejadian para warga berteriak-teriak datang banjir bandang. Saya bersama keluarga bergegas keluar rumah untuk menyelamat diri,” ujar Marsaulina Parapat, Jumat (23/5) di Desa Sibulanbulan. Menurutnya, bencana lingkungan itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Asal usul banjir diperkirakan dari daerah perbukitan /hutan lindung. Aliran air secara mendadak dalam volume besar itu membawa serta gelondongan kayu dan menghantam gereja HKBP yang berdiri di tepian sungai itu hingga rusak.

 

Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing bersama rombongan, Jumat (23/5), mengunjungi lokasi kejadian untuk melihat langsung kerusakan yang diakibatkannya.

 

Kabag Humas Pemkab Taput Pastalen Pasaribu mengatakan, jumlah kerugian belum bisa dipastikan. Kemarin, warga bersama pemerintahan setempat bersama-sama berupaya membersihkan sisa-sisa banjir. Dengan menggunakan gergaji mesin, kayu-kayu gelondongan disingkirkan dari sekitar gereja.

 

“Lumpur pun merendam sawah. Harus dibersihkan agar bisa bercocok-tanam,” kata Marsaulina lagi. “Apa dosa kami. Belum siap bencana gempa di daerah ini, tiba-tiba datang lagi banjir bandang. Kami masih ketakutan dan trauma akibat kejadian ini,” ujar Marsaulina sedih.

 

Warga menduga banjir bandang ini efek lanjutan dari guncangan gempa berkekuatan 6,1 SR yang melanda Tapanuli Utara pada Senin (19/5) lalu. Sedangkan kayu-kayu yang dibawa banjir bandang itu diduga akibat praktik illegal logging yang telah berlangsung cukup lama di kawasan lindung tersebut.

 

Kemarin, di lokasi kejadian, menumpuk ratusan gelondongan kayu bulat. Sebagian dari kayu itu juga ditemukan di persawahan masyarakat yang sudah terendam. Persawahan itu dipastikan rusak, padahal baru saja ditanami padi. Desa Sibulanbulan terletak sekitar 300 kilometer dari Medan.

 

Pemprovsu Salurkan Bantuan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Jumat, mulai mengirimkan bantuan untuk korban gempa berupa sandang, pangan dan peralatan dapur. Kabid Humas Pemprov Sumut, ML Tobing, di Medan, Jumat, mengatakan bantuan pangan yang dikirim itu berupa beras sebanyak 3,160  ton, ikan dalam kaleng 7.800 kg.

Sementara untuk bantuan sandang berupa kain sarung sebanyak 316 potong, baju kaus berkerah 316, daster 316, selimut 316, pakaian anak-anak, pakaian seragam sekolah SD untuk anak  laki-laki dan wanita dan bantuan peralatan dapur mulai dari teko aluminium, panci hingga piring dan gelas.

Mengenai, bantuan untuk korban gempa di Tapanuli Selatan (Tapsel), diakui belum disalurkan dengan dalih karena Pemprov Sumut belum menerima data kebutuhan korban dari pemkab itu. “Pemkab Tapsel masih sedang melakukan pendataan korban dan kerugian akibat gempa itu,” katanya. (Laporan Fernando Hutasoit-Taput)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s