Ratusan Warga Tidur di Tenda Darurat

Senin (19/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB. M Butarbutar (34 tahun) warga Desa Simangumban Jae bersama keluarganya sedang menonton televisi. Tiba-tiba, bumi berguncang hebat. Rumah yang mereka diami bergeser dan amblas ke dalam jurang persawahan sedalam sekitar 25 m membawa Butar-butar, keluarga, dan harta bendanya. Untungnya ia selamat. “Goncangan itu seperti ombak. Kami masih trauma. Mudah-mudahan gempa susulan tak ada lagi agar secepatnya rumah bisa diperbaiki,” ujarnya berlinang air mata.

Butarbutar tidak sendirian. Malam itu, gempa berkekuatan 6.1 Skala Richter itu mengguncang sejumlah daerah di Sumatera Utara. Senasib dengan Butarbutar, ratusan rumah milik warga lain di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara rusak parah ataupun ringan. Tak terkecuali rumah ibadah dan gedung sekolah. Gempa juga mengamblaskan dua ruas jalan provinsi di Desa Sipetang yang berbatasan dengan Taput dan Sipirok. Puluhan hektar sawah milik warga rusak akibat tertimbun longsor.

Kemarin, ratusan penduduk kedua desa tersebut sibuk memasang tenda-tenda darurat untuk tempat berteduh sementara. Mereka masih dikecam ketakutan terjadinya gempa susulan, sehingga belum dapat beraktivitas kembali secara normal. Warga yang rumahnya rusak terpaksa menginap di tenda darurat, sedangkan yang lain hanya berdiam diri di depan rumah, kata Kabag Humas Pemkab Taput, Pestalen Pasaribu.

Aliran listrik ke daerah itu juga masih terputus akibat tumbangnya sejumlah tiang listrik. Selain itu, warga juga sulit keluar dari daerah itu disebabkan rusak atau terputusnya jalan menuju ke daerah lain. Untuk menanggulangi kebutuhan warga, Pemkab Taput telah mendirikan dapur umum dan mengirimkan bantuan pangan berupa beras, roti, air mineral dan mi instan.

Data sementara yang dihimpun Global, Selasa (20/5) dari Posko penanggulangan korban Gempa, di Kecamatan Simangumban Julu mengalami kerusakan 54 unit rumah penduduk, 39 unit rusak ringan,15 unit rusak berat, sedangkan di Desa Simangumban Jae kerusakan rumah penduduk 80 unit, 12 unit rusak berat 68 unit rusak ringan, rumah ibadah 3 unit rusak berat dan dua gedung Sekolah SD 173242, SD 173247 rusak berat.

Untuk melihat langsung kerusakan yang diakibatkan gempa, Bupati Taput Torang Lumbantobing bersama Kapolres Taput Edy Napitupulu, Dandim Taput dan rombongan langsung turun ke lokasi kejadian.

Kepada masyarakat, Torang mengimbau untuk tetap waspada akan gempa susulan. “Jangan tidur di rumah. Lebih baik pasang tenda darurat di luar rumah. Kejadian ini adalah cobaan bagi kita masyarakat Taput. Mari kita berdoa agar ke depan dijauhkan malapetaka ini dari kita,” kata Torang.

Kasatlantas Tapanuli Utara AKP A Hutauruk menjelaskan, jalan provinsi jurusan Tarutung Sipirok untuk sementara putus total. “Sedangkan jalan alternatif untuk sementara kita alihkan dari Sipirok, Pangaribuan, Sipahutar langsung Siborongborong dan sudah dibuat portal agar pengendara mengetahuinya,” ujarnya.

Ppersonil Polres Tapanuli Utara bersama unsur Muspida dan masyarakat setempat saat ini sedang bergotong royong untuk memperbaiki rumah yang rusak. Berdasarkan laporan Muspida Taput, kerugian materi yang dialami masyarakat akibat gempa tersebut sekitar Rp 500 juta, kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Baharuddin Djafar.

Pasca gempa Senin, sedikitnya telah terjadi 37 kali gempa susulan di sejumlah daerah di Sumatera Utara terutama di sekitar Kota Padang Sidempuan. “Hingga pukul 15.30 WIB siang ini sedikitnya telah terjadi 37 kali gempa susulan dengan intensitas lebih kecil dari gempa utama,” kata analis geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Teguh Suprapto, Selasa. (Laporan Fernando Hutasoit-Taput)

One thought on “Ratusan Warga Tidur di Tenda Darurat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s