72 Jam, Polisi Bekuk Pembunuh dr Syahriana

 

Usai sudah pelarian Linggum Tambunan (30 tahun), tersangka pelaku pembunuhan dokter muda Syahriana Magda Sipahutar. Kemarin, mantan pacar Syahriana itu dibekuk polisi saat tertidur di dalam bis Bayu Transport tak jauh dari areal terminal Amplas Medan.

 

 

Kamis sekitar pukul 9.30 WIB, Linggum terjaga dari pulasnya saat seseorang membangunkannya. “Saudara bernama Linggum Tambunan, saya petugas kepolisian. Anda harus ikut dengan kami,” kata si petugas seperti ditirukan Linggum. Ketika itu, Linggum tertidur di bangku sebelah kiri, tepat di samping jendela kaca.

 

Penangkapan itu dipimpin langsung Kanit Jahtanras Poltabes Medan AKP Achiruddin Hasibuan SH. Informasi berharga itu diperoleh polisi dari masyarakat yang melihat tersangka menumpangi bis itu dari kawasan Sei Bamban Tebing Tinggi menuju Amplas, Medan. Mendapat informasi itu, Kapoltabes Medan Kombes Pol Drs H Bambang Sukamto SH MH lalu menginstruksikan Kasat Reskrim Kompol Budi Haryanto SiK untuk melakukan “perburuan” di sepanjang jalan Lubuk Pakam-Medan.

 

Kerja keras polisi tak sia-sia. Melihat bis yang ditumpangi Linggum, polisi langsung menyetopnya tak jauh dari pintu tol Amplas tepat di depan gedung Graha Pena Medan. Linggum yang saat itu mengenakan kaos oblong warna hitam dan celana jeans langsung tak berkutik. Ia lalu digelandang ke Mapoltabes Medan.

 

“Kita akan lakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka untuk mengetahui peristiwa sebenarnya lalu dicocokkan dengan temuan dari hasil olah TKP untuk memastikan pasal yang akan disangkakan kepada tersangka,” jelas Bambang Sukamto. Dijelaskannya, motif pembunuhan diduga dilandasi rasa cemburu dan kuat dugaan telah direncanakan sebelumnya. Karena itu, Linggum akan dijerat KUHPidana Pasal 338 Yo 340 dan ancaman kurungan penjara lebih dari lima tahun.

 

Kepada wartawan, Linggum lalu berkisah. Menurutnya, kejadian pada Minggu kelabu itu bermula dari hubungan telepon Syahriana dengan dirinya. Karena akan kembali ke Jakarta pada Minggu sore dengan penerbangan Lion Air, Syahriana mengajak bertemu untuk makan siang bersama dan diiyakan Linggum. Sebelumnya, Linggum menolak ajakan bertemu dalam janji makan malam. Minggu (26/4) pagi itu, saat Syahriana menelepon, Linggum mengaku sakit perut dengan keluhan mulas dan perih.

 

Syahriana yang sehari sebelumnya baru saja ditabalkan menjadi dokter tersentuh hatinya. Ia menawarkan pertolongan. Linggum kemudian meminta Syahriana untuk datang ke kamar No 430 Hotel Danau Toba Internasional (HDTI), tempatnya menginap. Tak lama, Syahriana tiba di HDTI dengan mengendarai mobil miliknya. Ia langsung menuju kamar Linggum dan memberikan obat untuk mengatasi sakit yang dirasakan Linggum. Saat itu, Linggum menanyakan jenis obat apa yang diberikan Syahriana.

 

“Obat cepat menghadap,” jawab Syahriana ditirukan Linggum. Mendengarnya, Linggum pitam. Ia kembali mengulang pertanyaan itu. Namun, lagi-lagi Syahriana memberikan jawaban yang sama. Emosi, Linggum kembali bertanya. “Obat cepat menghadap, maksudnya apa..?” tanyanya. Menurut Kepala Seksi Operasional Bank Sumut kantor cabang pembantu di Jakarta ini, ketika itu Syahriana terlihat kesal dan langsung menjawab: “Cepat menghadap sama yang di atas.”
 

Jawaban itu memicu pertengkaran. Tak hanya adu mulut, tanganpun mulai ikut berbicara. Syahriana tak tinggal diam. Setiap pukulan yang dilayangkan Linggum dibalasnya. Entah bagaimana, wanita berjilbab itu terdorong dan terjatuh ke tempat tidur.


Saat itulah Linggum meraih gelas yang berada di tepi tempat tidur dan melemparkan ke arah Syahriana. Lemparan itu mengenai bagian belakang kepala dan mengakibatkan Syahriana jatuh telentang ke lantai kamar hotel dan menimpa pecahan gelas kaca itu. Syahriana tak sadarkan diri.

 

“Ia lalu kupindahkan ke atas tempat tidur,” kata Linggum dengan nada rendah. Selang beberapa menit, Syahriana siuman dan berusaha melawan kembali. Linggum lalu membekapnya dengan bantal. Wanita malang itu meronta-ronta hingga lemas. Linggum yang sudah berubah sadis mencekik leher mantan kekasihnya itu untuk memastikan tidak lagi bernafas.    

 

Kabur Naik Betor

Melihat Syahriana tewas, Linggum panik. Dengan tergesa-gesa, Linggum melarikan diri pada sekitar pukul 10.13. Dari rekaman kamera CCTV, Linggum mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih. Di depan hotel, ia meminta seorang pengemudi becak bermotor untuk mengantarkannya ke kawasan Amplas. Dari terminal itu, ia menumpang bus dengan tujuan rumah kerabatnya di kawasan Galang, Serdang Bedagai. “Dari situ aku berpindah menuju Sei Bamban, Tebing Tinggi untuk menghindar dari kejaran polisi,” akunya.

 

Menjelang subuh pada Senin (27/4), Linggum meninggalkan kediaman kerabatnya dan menuju ke kawasan perkebunan sawit yang tak diketahuinya kepunyaan siapa. Ia memutuskan bersembunyi di sebuah gubuk kecil di tengah perkebunan sawit. Saat merasa haus dan lapar, Linggum keluar dari “sarangnya” itu untuk belanja. Ketika itu pula, Linggum menukar kemeja putih yang dikenakannya dengan kaos oblong hitam. Kaos itu dibelinya di kawasan Kota Serdang Begadai.

 

Dua hari dua malam sembunyi di tengah perkebunan sawit, Linggum tak tenang. Nuraninya tergugah untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya telah membunuh Syahriana. Ia lalu mengirimkan sebuah pesan singkat lewat ponsel kepada seluruh keluarganya. Dalam sms itu, ia mengaku telah membunuh Syahriana dan berjanji akan menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menebus perbuatannya. Tak lupa, ia meminta kerabatnya sabar atas perbuatannya itu.

 

Rabu (30/4) dinihari, Linggum tiba-tiba terjaga dari tidurnya. Ia lalu memutuskan untuk kembali ke Medan. Malam itu, Linggum berjalan kaki sekitar 15 Km dan tiba di sebuah jalan umum. Ia kemudian menyetop beca bermotor dan meminta diantarkan ke stasiun bis tujuan Medan. Selang setengah jam, Linggum tiba di stasiun bis Bayu Transport dan memesan tiket. Namun, ia diminta menunggu hingga pagi sampai bis yang akan ditumpanginya tiba.

 

Tepat pukul 6.30 WIB, bis yang ditunggu tiba dari Rantau Prapat. Setengah jam kemudian, bis itu bergerak menuju Medan. Karena kelelahan dan dihantui perasaan bersalah, Linggum tertidur pulas. Tiga jam di perjalanan, berakhirlah kisah pelariannya itu.


Korban Syahriana Magda (24), alumnus kedokteran USU, ditemukan tewas di kamar No 430 Hotel Danau Toba Internasional, Minggu (26/4) sore. Putri sulung Kepala Baperasda Sumut, Drs Syaiful Safri Sipahutar itu ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka memar. Di bagian belakang tubuhnya, petugas Forensik Poldasu menemukan dua luka sobekan.

 

Linggum, penduduk Jalan Lapangan Tembak Jakarta Selatan itu kini mendekam di tahanan Mapoltabes Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan itu. GANDA | GLOBAL

2 thoughts on “72 Jam, Polisi Bekuk Pembunuh dr Syahriana

  1. Reportase yang bagus. Runtut dan bersih. Selamat Lae, tulisannya makin mengkilap saja.

    Lama juga aku tercenung setelah membaca reportase ini. Ada satu pertanyaan penting yang tidak digali dari pelakunya : apakah dia lugu atau dungu ?

    Kalau melihat posisinya di pekerjaan, dan dia tinggal di Jakarta, seharusnya dia tak perlu membunuh perempuan itu cuma karena mengatakan obat yang diberikan bersifat mematikan. Kalau dia punya akal, dan seratus persen tak percaya pada perempuan yang pernah menjadi pacarnya itu, kenapa tak langsung ke RS saja untuk diperiksa, kalau memang benar racun kan bisa dinetralisir.

    Sekarang sudah terbukti bahwa obat itu bukan racun, sebab laki-laki itu masih hidup; dan berarti ceweknya itu hanya bercanda; bagaimanakah dia akan menjalani sisa hidupnya ?

    Sedih membaca kisah ini, lantaran sebuah kehidupan terputus secara konyol. Ini benar-benar tragedi yang komplet. Dan sebagai orang Batak aku merasa sedih dan malu. Kok ada orang Batak seperti itu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s