Syamsul-Gatot Unggul

Ketegangan mewarnai awal rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan pasangan calon terpilih yang digelar KPU Sumut, Kamis (24/4) di Grand Angkasa. Untungnya, suasana tidak mengenakkan tidak berlangsung lama, apalagi setelah Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara menunjukkan pasangan ini suara sebesar 1.396.892 (28,31%). Pasangan ini menang di daerah yang mempunyai jumlah pemilih besar, yakni Medan, Deliserdang, Sergai, Tebingtinggi, Asahan, Tanjungbalai, Tapsel, Langkat, Binjai dan Batubara.

Menyusul pasangan Tri-Ben yang mendapat 1.070.303 suara (21,69%). Pasangan yang dijagokan PDIP ini unggul di 8 Kabupaten/Kota yaitu, Nias, Nias Selatan, Taput, Humbahas, Simalungun, Siantar, Samosir dan Karo.

Sedangkan pasangan Wahab Dalimunthe-Raden Syafii memperoleh 858.528 suara (17,40%). Pasangan yang dijagokan PAN, Demokrat, dan PBR ini hanya bisa berkibar di Labuhanbatu dan Padangsidempuan.

Selanjutnya, pasangan RE Siahaan-Suherdi meraih 818.171 suara (16,58%). Pasangan yang tak terlalu gebyar dalam bersosialisasi ini ternyata berhasil menang Tapteng, Sibolga, Toba Samosir, Dairi dan Pakpak Bharat. Terakhir, pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak raih 789.793 total suara (16,01%).

Dalam rapat yang dikawal ketat aparat Brimob baik di luar maupun dalam ruangan itu, Ketua KPU Provinsi Sumut Irham Buana Nasution SH MHum mengatakan, rekapitulasi penghitungan suara calon Gub/Wagubsu periode 2008-2013 merupakan bagian akhir dari tahapan penyelenggaraan Pilgubsu yang dilakukan KPUD Sumut.

“Tidak benar kalau ada yang mengatakan penghitungan suara dipercepat, karena memang sesuai jadwal dimulai 23-25 April 2008. Rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan ini juga resmi dibuka untuk umum,” paparnya.

Rekapitulasi penghitungan suara di Hotel Grand Angkasa Medan yang dihadiri di antaranya oleh Syamsul Arifin, Gatot Pudjonugroho, Suherdi, Sekdaprovsu, Sekda Pemko Medan, Kajari, Ketua Pengadilan Tinggi, Pangdam I/BB, Lantamal I dan Panwaslih Sumut, juga dilanjutkan dengan penanda tanganan formulir model DC-KWK oleh masing-masing lima pasangan calon. Sekaligus juga menetapkan calon Gub/Wagubsu terpilih periode 2008-2013.

Penetapan calon terpilih yang dilakukan oleh Ketua KPU Provinsi Sumut Irham Buana Nasution SH MHum, melalui rapat pleno terbuka juga dihadiri saksi dan tim kampanye masing-masing pasangan calon. Hanya saja, dari lima pasangan calon, hanya pasangan Syamsul-Gatot dan Cawagub Suherdi yang hadir.

Penetapan tersebut juga berdasarkan Keputusan Nomor 130/2117/KPU Provinsi Sumut, Tentang Penetapan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah pada Pemilihan Pilgubsu 2008.

Saat diberi kesempatan menanggapi, saksi pasangan Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Syafii (WaRas) mengutarakan, beberapa tahapan pelaksanaan Pilgubsu dinilainya semrawut.

Dia juga meminta KPUD mengumumkan jumlah surat suara yang terpakai maupun yang tidak terpakai. Baginya, penjelasan ini penting agar pelaksanaan Pilgubsu tidak ternoda. “Dengan adanya klarifikasi yang tuntas dimaksudkan agar Pilkada tidak ternoda,” ujarnya.

Saksi lain pasangan WaRas, Mustafawiyah Sitompul juga mengajukan keberatan karena terjadi adanya perbedaan hasil penghitungan suara di kabupaten/kota dengan penghitungan di TPS Menurutnya, ini terjadi di beberapa wilayah di antaranya di Kecamatan Medan Area, Medan Petisah, Medan Amplas, Medan Belawan dan Medan Johor. Hal ini juga terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Deliserdang dan Langkat.

Menanggapi pernyataan para saksi tersebut, Ketua KPU Provinsi Sumut Irham Buana Nasution SH MHum mengatakan, penghitungan maupun rekapitulasi penghitungan telah dilakukan di setiap tingkatan. Pada setiap tingkatan para saksi juga diberi kesempatan untuk menanggapi.

H. Syamsul Arifin dengan pasangannya Gatot Pujo Nugroho menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Sumut ke-17 dengan masa kepemimpinan 2008-20013. Menurut data yang ditulis wartawan senior Drs H. Muhammad TWH, Gubsu pertama adalah putra Aceh, Mr. SM Amin dengan masa jabatan 1947-1949. Setelah itu secara berturut-turut yang menjabat gubernur adalah Sarimin Reksodihardjo, Abdul Hakim, Dr. FL Tobing yang kemudian dijabat lagi oleh SM Amin untuk kedua kalinya dan sesudah itu ST Komala Pontas, Raja Junjungan Lubis, H. Eny Karim, Ulung Sitepu, PR Telambanua.

Mulai awal era orde baru gubernur Sumut dijabat Marah Halim Harahap kemudian EWP Tambunan, Kaharuddin Nasution, Raja Inal Siregar dan H. Tengku Rizal Nurdin. Pasangan Syamsul-Gatot akan dilantik pada 16 Juni 2008. (TEJA PURNAMA | GLOBAL | MEDAN)

One thought on “Syamsul-Gatot Unggul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s