Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak

Hujan deras dan angin kencang yang terjadi kemarin sore sempat membuat khawatir warga Medan. BMG Medan memperkirakan angin serupa masih terus berlanjut hingga Mei 2008.


Selain sempat menumbangkan sejumlah pohon di Medan, angin kencang juga menghantam empat desa yang berada di kawasan Pasar VIII dan Pasar IX Tembung Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Fenomena alam yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wib itu mengakibatkan sedikitnya 185 unit rumah rusak berat dan lima warga cedera.

Sedikitnya 56 rumah yang di Desa Sambi Rejo Timur rusak parah, begitu juga 86 rumah di kawasan Sei Rotan Desa Sido Mulyo. Sementara, di Desa Tembung 10 rumah rusak parah, dan di Desa Bandar Khalifah sebanyak 12 rumah serta di Desa Kampung Kolam Dusun Pendidikan 10 rumah. Menjelang pukul 23.00 tadi malam, camat setempat menyebutkan tambahan 11 rumah yang rusak. “Jumlah itu masih akan bertambah,” ujar Camat Percut Sei Tuan Syafrullah MAP, Rabu (26/3) malam.

Kerusakan umumnya pada bagian atap rumah yang terangkat tiupan angin. Namun, ada juga rumah yang dindingnya rubuh. Sedangkan pada rumah yang rusak ringan, umumnya hanya atap (seng) nya yang terlepas. Pohon yang tumbang juga merusakkan sejumlah rumah.

Pihak Muspika setempat dibantu jajaran Polsekta Percut Sei Tuan dan Koramil bertindak cepat mendirikan posko bantuan dan penanggulangan. Namun, upaya itu tak banyak membantu para korban bencana. Kondisi mereka kian memprihatinkan karena hujan deras terus mengguyur hingga menjelang tengah malam. Ditambah lagi aliran listrik yang padam di wilayah tersebut.

“Sebagai langkah awal, kita telah melakukan koordinasi untuk pendataan, membangun fasilitas posko bencana alam, posko kesehatan, dan menyiapkan dapur umum,” kata Syafrullah.

Dijelaskannya, pihak muspika telah berkoordinasi dengan pihak Polsekta Percut Sei Tuan dan Koramil setempat untuk melakukan aksi gotong royong memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan ringan agar dapat dihuni sementara waktu. Di lokasi bencana, terlihat Camat Percut Sei Tuan Syafrullah MAP, Kapolsekta Percut Sei Tuan AKP Budiman Butar-butar, Danramil dan sekitar 30 personel baik dari jajaran kepolisian, koramil dan muspika setempat.

Waspadai Angin Kencang Hingga Mei 2008
Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Polonia Medan memerkirakan angin kencang atau puting beliung akan terus berlanjut hingga Mei 2008. Angin ini mulai mengamcam sejak akhir Maret di tengah transisi cuaca yang memasuki musim hujan periode I tahun 2008. Fluktuasi hujan terjadi dalam tenggat 3-4 hari sekali diselingi cuaca panas.

“Angin kencang yang terjadi masih awalnya. Puncak angin puting beliung terjadi akhir April dan awal Mei mendatang. Masyarakat di Sumut hendaknya mewaspadai fenomena alam ini, terutama yang tinggal di daerah datar dan lereng-lereng pegunungan. Puting beliung ini diiringi angin kencang dengan kekuatan 30 knot atau 60 km/jam yang datang secara berpindah-pindah dari satu kawasan ke daerah lain,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Cuaca BMG Polonia Medan, Firman AHMG, Rabu (26/3).

Daerah pesisir timur Sumut yang berpotensi terjadi angin puting beliung yaitu Kabupaten/Kota Medan, Deliserdang, terus berpindah ke Langkat, Asahan dan Simalungun. Tak terkecuali juga daerah pantai.

Menurut Firman, angin puting beliung hingga Mei 2008 itu memiliki dua sifat. Pusaran berbentuk angin kerucut (puting beliung) dan yang bersifat down draft, di mana angin semburan berasal dari awan columunimbus.

Dijelaskannya, saat hujan datang, ada fase udara yang naik turun, di sinilah terjadi adukan udara. Pada saat kuat timbullah angin kencang. Dalam tenggat 3-4 hari sekali, hujan terjadi diselingi cuaca panas karena udara terkondensasi, di mana terjadi proses mengembun, sembari melepaskan energi laten yang dilepaskan awan saat cuaca panas.

Firman juga mengimbau, bila melihat gelagat awan hitam yang berserat berwarna gelap berubah bentuk menjadi terang. Inilah awal terjadinya (fase) angin kencang atau puting beliung itu. “Hindari berada di bawah benda tinggi seperti di bawah pohon, apalagi pohon yang tua dan bangunan tinggi. Kalau melihat atau berada di tempat lapang segera berlindung, karena juga berpotensi diiringi petir kuat,” ujarnya.

Angin kencang kemarin juga “merubuhkan” dinding di salah satu sisi bangunan City Hall Town Square sekitar pukul 17.00 Wib. Material dari dinding yang rubuh itu menimpa kanopi Kantor Bank Indonesia Medan serta sejumlah mobil yang diparkir di areal itu. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, dan nilai kerugian belum diketahui. Runtuhnya dinding bangunan yang menimbulkan suara gemuruh itu sempat membuat panik karyawan BI Medan.

Menurut, Humas BI Medan, Muqorobin SE, ambruknya sisi bangunan sebelah kiri bangunan moderen tersebut nyaris menimpa beberapa mobil pimpinan BI Medan yang baru saja menyelesaikan rapat pimpinan bank. “BI Medan akan meminta pihak berwenang atau Pemko Medan segera melakukan ‘safety appraisal’ terhadap proses pembangunan gedung City Hall,” tegasnya. ANDRI – M ISYA

One thought on “Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s