Sitohang Pembunuh Itu Divonis Mati!

Dua dari empat terdakwa pembunuh Direktur PT Mutiara Inti Sari Iskandar Tansu dan istrinya Auw Lie Min akhirnya diganjar hukuman mati.

Majelis hakim PN Medan yang diketuai hakim Bersiaf Sitanggang SH, Selasa (26/2), memvonis mati Delistian Sitohang dan Andy Tiono. Sedangkan satu terdakwa lain, Rudianto Sitohang divonis hukuman penjara seumur hidup. Sebelumnya, JPU Edmon Purba SH dalam persidangan Kamis (21/2) lalu menuntut ketiganya dengan hukuman penjara seumur hidup.

Mendengar vonis itu, Andy Tiono dan Delistian tidak menunjukkan ekspresi keterkejutan. Keduanya terlihat biasa-biasa saja. Malah, Andy sempat tersenyum, meski agak kecut.

Majelis hakim menilai, kedua terdakwa layak dihukum mati karena merampok dan membunuh korbannya dengan sangat sadis. Mereka terbukti melakukan tindak pidana perampokan disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang diatur dalam pasal 365 ayat 4 KUHPidana. Alasan lain, keduanya pernah menjalani hukuman dalam kasus perampokan lain. “Mereka residivis. Andy Tiono pernah dihukum 3,5 tahun karena merampok dan Delistian dihukum beberapa bulan karena mencuri,” jelas Bersiaf diamini Djumali SH, hakim anggota persidangan tersebut.

Pengacara terdakwa Panca Hutagalung SH dari LBH Prodeo, langsung menyatakan banding atas tuntutan tersebut. Panca mengatakan pihaknya merasa berat sebab Rudianto yang bekerja sebagai satpam di PT MIS tersebut hanya sekedar membantu. “Dia tidak ikut dalam aksi pembunuhan,” ujarnya. Dijelaskannya, berdasarkan kesaksian Andy Tiono, Delistian dan Hebron Hutajulu (vonis 10 tahun penjara), Rudianto tidak terlibat langsung. Sebab, saat kejadian terdakwa hanya membukakan pintu gerbang, karena terdakwa sudah kenal dengan ketiga terdakwa lainnya. “Terdakwa sama sekali tidak mengetahui niat tiga terdakwa lain yang ingin membunuh korban,” papar Panca.

Namun hakim berpendapat lain. “Rudianto memang tidak ikut dalam aksi pembunuhan, namun ia mengetahui dengan persis rencana ketiga kawannya tersebut,” beber Djumali SH. Mendengar vonis itu, Rudianto pun stres. Dari balik jeruji besi tahanan sementara PN Medan ia meraung. “Hukum di Indonesia memang tidak adil,” jeritnya.

Sekedar mengingatkan, pada pertengahan Agustus 2007 keempat terdakwa Andy Tiono, dua bersaudara Rudianto dan Delistian Sitohang serta Hebron Hutajulu sekitar pukul 8.30 Wib, merampok dan membunuh Iskandar Tansu dan isterinya Auw Lie Min. Pagi sebelum pembunuhan terjadi, keempat terdakwa berkumpul di rumah Delistian, tak jauh dari PT MIS. Keempatnya berencana merampok korban dengan cara menculik, lalu membawanya ke daerah perkebunan di wilayah Tanjung Morawa.

Semua rencana lalu disusun serapi mungkin. Namun, saat pelaksanaan korban terus melawan. Akhirnya, para terdakwa gelap mata. Dengan tangan dan kaki terikat, korban lalu diletakkan di tanah dan lalu dilindas berkali-kali dengan mobil milik korban di perkebunan kelapa sawit Blok PQ Afdeling II PTPN II Tanjung Morawa.

Korban lalu ditinggalkan begitu saja setelah barang-barang berharga miliknya dilucuti sampai akhirnya ditemukan dua pengangkut buah kelapa sawit. Pembunuhan itu pun geger. Beberapa hari kemudian, keempat pelaku perbuatan sadis itu berhasil diciduk polisi. (ds-budi alimuddin/global)

8 thoughts on “Sitohang Pembunuh Itu Divonis Mati!

  1. Hehehe… ternyata ada juga klan Sitohang yang menjadi pembunuh. Sekaligus dua orang lagi! Memalukan juga…

  2. Yang bersalah memang harus tetap dihukum. Semoga pengadilan bisa memberi keadilan bagi kedua belah pihak, para tersangka dan keluarga korban.

    Tapi saya yakin hukuman nyawa bayar nyawa bukanlah keadilan yang sesuai dengan dasar negara Pancasila.

  3. Ya ampuuuuuuuuuuuuunnnnnn, malu bangat.!!!! saya boru tohang lihat berita ini sangat memalukan. adududududuhh………

  4. Hukuman yg setimpal………
    Korban didudukkan di tanah, dgn tangan terikat, lalu digilas berkali-kali dengan mobil…
    Damn…orang Batak macam apa itu? Malu aku…malu…

  5. Judul berita ini sangat yang bias. Kalau kita mengikuti kasus ini, aktor pembunuhan ini adalah Andy Tiono. Rudianto Sitohang dan saudaranya Delistian Sitohang dan Hebron Hutajulu orang-orang yang dilibatkan Andy Tiono memanfaatkan kesulitan hidup ketiga orang tadi. Bahkan pembela mengatakan Rudianto Sitohang tidak terlibat.

    Rudianto Sitohang, Delistian Sitohang dan Hebron Hutajulu berasal dari keluarga miskin yang dipengaruhi bujukan Andy Tiono untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu cepat. Kemiskinan memang lebih mudah mencipatkan manusia-manusia kasar dan penjahat ketimbang jadi orang baik-baik.

    Saya setuju para pelaku dihukum dengan pantas. Tapi pengadilan seharusnya membedakan hukuman kepada otak pembunuhan ini dengan tersangka lainnya.

  6. Sepertinya dunia ini mau kiamat…tanda tandanya udah jelas…
    pembunuhan ada dimana mana…

    otak pelakunya bukan sitohang ..namun dia jadi ikut getahnya…
    semoga di beri ketabahan buat rudianto sitohang.

  7. Kelompok ini sudah jelas merugikan orang lain karena akan mengambil yang bukan miliknya, namun karena rasa takut yang berlebihan mereka mengambil nyawa orang juga dengan harapan kejadian ini tidak akanb terbongkar. Namun Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan berlangsung, maka dalam waktu yang singkat para penjahat ini tertangkap juga. Untuk mereka lebih baik dijatuhkan hukuman maksimal, semoga mereka bertobat, dan kembali ke jalan Tuhan. Amin !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s