Gempa, Medan Panik

Panik menyergap warga Medan tepat pada pukul 15.08 Wib. Hampir setengah menit bumi berguncang. Orang-orang berhamburan dari rumah-rumah, kantor, hotel, rumah sakit, mal, bangunan tinggi, dan bahkan yang sedang dalam perjalanan. Wajah mereka memucat, nafas ngos-ngosan. Tak sedikit berkomat-kamit, mungkin memanjatkan doa.

Salah satunya Anton Hutabarat (66 tahun). Warga Jalan Garu Medan ini terpaksa buru-buru turun dari lantai VI Rumah Sakit Dr Pirngadi Medan. Jarum infus masih terpasang di tangan kirinya. Dibantu isterinya, dengan tertatih mereka harus menuruni tangga darurat. “Terasa kali goyangan di lantai VI, kami langsung turun,” ujarnya dengan nafas ngos-ngosan. Anton sudah tiga hari dirawat di rumah sakit pelat merah itu. Karena jantung yang sakit, ia terpaksa opname di ruang 613 lantai VI RSPM.

Anton tak sendiri. Ada ratusan pasien yang berusaha menyelamatkan diri saat bumi bergetar. Rosma (38) misalnya. Warga Tembung ini dengan cekatan langsung memapah puterinya, Tari (18) yang juga sedang dirawat di lantai VI. “Kami khawatir. Walaupun sebenarnya tidak apa-apa,” ujar Rosma sambil memegangi botol infus di tangan kiri Tari.

Gempa yang berangsur hilang ternyata tidak menyurutkan takut para pasien dan keluarganya. Meski sudah berhenti, pasien enggan kembali ke ruang rawat. Malah, beberapa pasien memilih pulang ke rumahnya. Mereka panik, meski Humas RS Pirngadi Medan Indah Kemala Hasibuan S.Psi sudah berusaha menenangkan dan meminta mereka kembali ke ruangan.

Selain Anton dan Rosma, ribuan warga Medan lain yang tengah beraktifitas sempat panik saat gempa berkekuatan 7,5 skala Richter versi United States Geological Survey mengguncang Pulau Simeuleu di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Meski jarak yang membentang antara Simeuleu dengan Kota Medan sejauh 310 Km, namun tanah Medan bergetar kuat. Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah Medan mencatat, kekuatan gempa di kota ini sebesar III MMI Scale (Modified Mercalli Intencity). Gempa bahkan terasa sampai ke Penang, Kota Bahru, dan Kuala Lumpur Malaysia.

Di Medan, gempa sangat terasa. Gedung-gedung tinggi serasa diayun. Karyawan-karyawan dan pegawai di beberapa BUMN dan instansi pemerintah, seperti di Bank Sumut dan Bank Mandiri di Jalan Imam Bonjol berhamburan turun dari lantai 5-9. Ribuan orang yang sedang berada di dalam mal seperti Sun Plaza, Medan Fair, Palladium, sontak berlari. “Tadi sedang asyik-asyik mengedit foto. Tiba-tiba aku liat orang berlarian sambil berteriak gempa. Aku juga ikutan lari. Bangunan ini berguncang hebat,” kata Andre, karyawan D Studio Foto di Lantai II Palladium Plaza. Bersama ribuan orang lain, mereka lalu menunggu bumi tenang.

Menurut Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah Medan, gempa bumi tektonik berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi di Pulau Simeuleu, NAD pukul 15.08 WIB. Gempa berpusat di darat yakni 42 kilometer Barat Laut Pulau Simeuleu di kedalaman 30 km. Guncangan gempa berdurasi sekitar setengah menit itu dirasakan hampir merata di Provinsi Sumut, Meulaboh (VI MMI), Gunung Sitoli (II – III MMI), Sibolga (III – IV MMI), dan Banda Aceh.

“Walau gempa tergolong kuat, kami belum mendapat laporan terkini dari Simeuleu menyangkut kerusakan rumah, gedung dan korban jiwa. Informasi yang kita terima dari satkorlak, Banda Aceh dan Meulaboh masih aman,” ujar Kabid Data dan Informasi Balai Besar Metereologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah Medan, Rifwar Kamin SSI melalui staf data dan informasi Yahya Darmawan, Rabu (20/2) sore. (Denny Sitohang-Dedi Suhardi- M Isya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s