3 Tewas, 51 Luka-luka, Puluhan Bangunan Rusak

Gempa 7,5 skala Richter mengguncang Kabupaten Kepulauan Simeuleu, NAD. Tiga orang tewas, puluhan terluka tertimpa reruntuhan bangunan dan sejumlah rumah dan jembatan rusak. Ratusan warga mengungsi. Gempa terasa di Banda Aceh, Sumut, bahkan jauh ke Malaysia.

Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Pakaya mengatakan, tiga warga yang meninggal dunia masing-masing bernama Aidin (70 tahun), Nyak Diman (60), dan Habiza (70). “Mereka kaget, mungkin terkena serangan jantung,” kata Rustam Pakaya melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Menurut Pakaya, warga yang luka-luka kini dirawat di rumah dokter setempat. Beberapa yang terluka ringan sudah pulang ke rumah setelah mendapat perawatan. “Ada beberapa bangunan Puskesmas rusak. Saya sudah perintahkan dokter-dokter di Simeulue untuk keliling mencari korban gempa,” kata dia.

Rabu sore, di tengah terputusnya informasi dari episentrum gempa, blog ini menerima gambaran tentang dahsyatnya gempa. Herna (60), warga turunan Tionghoa yang bermukim di Kota Sinabang mengatakan guncangan gempa sangat kuat. “Cukup lama, sampai obat-obatan berhamburan dari lemari penyimpanan,” kata Herna yang akrab disapa Aci. Sayang, pengusaha Toko Obat Nasional ini tak sempat bercerita banyak, sambungan telepon terputus. Ia sempat mengatakan, warga kota berhamburan ke jalan. Menurutnya, jika durasi gempa lebih lama, korban akan berjatuhan.

Wilayah paling parah adalah kasawan Simeuleu Barat. Wilayah itu sempat terisolir. Sambungan telepon terputus, tower Telkomsel rusak, dan instalasi listrik rusak parah. Akibatnya, Simeulue gelap gulita. Di tengah panik, warga mengungsi mengungsi ke perbukitan karena khawatir terjadinya Smong (tsunami). Malah, sampai pukul 22.00, warga masih bertahan di perbukitan. Memang, peringatan tsunami sempat muncul, meski belakangan tidak ada gelombang yang terdeteksi.

US Geological Survey menyebutkan, gempa pertama berkekuatan 7,5 SR dan mengguncang Kepulauan Simeulue dekat pesisir barat Sumatera – kawasan bencana yang paling menderita ketika dihantam tsunami Samudera Hindia pada 2004.

Simeulue adalah daerah berpenduduk 75.000 orang, namun sebagaian besar penduduknya tinggal di rumah-rumah sederhana yang diyakini tidak dapat menimbulkan luka serius atau kematian terhadap penghuninya jika roboh. Gempa berkekuatan 9 SR di Samudera Hindia pada 2004 memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 230.000 jiwa di beberapa negara, sebagian besarnya di Sumatera. Tiba bulan kemudian, sebuah gempa berkekuatan 8,7 SR menewaskan 1.000 orang di Pulau Nias dan Simeulue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s