Ramos Horta Ditembak, Alfredo Reinado Tewas

horta - reinado

Ketegangan menyelimuti Dili, Timor Leste pada Senin pagi. Jam menunjukkan pukul 07.00. Dua kendaraan dengan pasukan bersenjata tiba-tiba muncul di depan kediaman Ramos Horta, presiden peraih Nobel itu. Tak lama, peluru merentet dari arah mobil. Tembakan berbalas. Lalu, Horta tertembak dua kali di perutnya. Mayor Alfredo Reinado, pimpinan kelompok penyerang tewas.

Begitulah kesaksian James Dunn, penasihat Horta. Dunn, mantan konsultan Australia di Timor Leste. Selain menyerbu rumah Horta di pinggiran Dili, kelompok pemberontak juga menyerang Perdana Menteri Xanana Gusmao. Ia dilaporkan selamat, namun Dili tegang.

Malang bagi Horta. Ia sempat dibiarkan sekitar satu jam dalam kondisi berdarah-darah di kamarnya tanpa pertolongan apapun. Padahal saat itu polisi PBB telah mengamankan kediamannya. Setelah itu, barulah Horta dilarikan ke rumah sakit militer Australia di Dili, seperti dituturkan saudara ipar Horta, Joao Carrascalao dikutip kantor berita LUSA.

Karena tak membaik, Horta terpaksa diterbangkan ke Darwin, Australia. Dalam kondisi koma, ia dirawat di RS Royal Darwin. Horta bernafas dengan bantuan ventilator. Sempat beredar rumor yang menyebutkan ia tewas, namun, Senin malam sekitar pukul 22.00, GM RS Royal Darwin dr Len Notaras mengatakan Horta lepas dari cengkeraman masa kritis. Peluru berhasil dikeluarkan dari perutnya. Ia pulih.

Sementara itu, Perdana Menteri Xanana Gusmao selamat dari serangan terhadap iring-iringannya. Keluarganya, termasuk istrinya yang kelahiran Australia, Kirsty Sword Gusmao dipindahkan ke lokasi yang aman.

“Saya menduga ini adalah percobaan kudeta terhadap negara yang dilakukan Reinado,” kata Gusmao. Menurutnya, insiden ini merupakan sebuah operasi terencana yang bertujuan untuk melumpuhkan pemerintah dan menciptakan ketidak-stabilan. “Pemerintah tidak akan jatuh karena serangan tersebut,” katanya.

Gusmao meminta agar Timor Leste tetap tenang. “Saya juga memohon kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar dan informasi yang menyesatkan,” katanya.

Serangan itu membuat nasib Timor Leste kian tak pasti setelah pemberhentian 600 tentara yang membelot pada 2006 sehingga memicu kerusuhan yang menewaskan 37 orang, memaksa lebih dari 150.000 lainnya mengungsi dan jatuhnya pemerintahan.

Reinado adalah salah seorang komandan angkatan bersenjata yang ikut membelot. Meski sebagian besar telah kembali ke rumah, Reinado dan sejumlah pendukungnya masih bersembunyi dan menolak menyerahkan diri.

Melihat situasi itu, Australia akan mengirimkan tambahan tentara dan polisi ke Timor Leste. Saat ini ada sekitar 800 prajurit Australia di Timor Leste untuk menjaga perdamaian. Namun, PM Australia, Kevin Ruud mengatakan sekitar 200 personel militer dan polisi akan dikirim untuk memperkuat pasukan Australia di Timor Leste.

“Ada pihak-pihak yang berusaha membunuh pemimpin politik di negara tetangga kami,” ujar Rudd. “Mereka telah meminta bantuan, dan kami akan segera menyediakannya. Kami akan menerbangkan pasukan itu dengan pesawat-pesawat Hercules secepatnya,” katanya dilansir harian The Daily Telegraph, Senin.

Kasus Reinado telah disidangkan meski tanpa kehadirannya atas tuduhan terlibat dalam penembakan mematikan antara polisi dan pasukan militer dalam kerusuhan 2006. Ia sempat ditahan, namun lari dari penjara. Sejak saat itu, ia terus menghindari penangkapan. Horta sering bertemu Reinado dalam sejumlah kesempatan beberapa bulan terakhir guna membujuknya untuk menyerah.

Sementara itu, serangan terhadap mobil Gusmao dipimpin komandan pemberontak lainnya, Gustao Salsinha, papar pengawal Gusmao.

Pasukan pimpinan Australia berhasil memulihkan ketentraman menyusul kerusuhan 2006 dan Horta kemudian dilantik menjadi presiden lewat pemilihan damai yang digelar pada Mei 2007. Sejak saat itu, kerusuhan berskala kecil terus terjadi di negara berpenduduk 1 juta jiwa tersebut.

Mantan Perdana Menteri Mari Alkatiri tetap berpendapat pemerintahan Horta tidak sah. Meski begitu, partai politiknya mengutuk serangan Senin dalam sebuah pernyataan di media. Timor Leste, bekas koloni Portugis, memisahkan diri dari Indonesia pada 2002.

Gusmao yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia, telah berjanji bersama Horta untuk menangani kemiskinan dan memperbaiki hubungan antara kepolisian dan angkatan bersenjata.

Bulan lalu, International Crisis Group basis Brussels memperingatkan Timor Leste terancam rusuh kembali jika unsur kebencian menyusul aksi kekerasan 2006 tidak diperhatikan oleh pemerintah dan PBB.

Para pengamat meramalkan, pendukung Reinado akan menciptakan kerusuhan dalam beberapa hari mendatang, namun disebutkan juga kematiannya telah menghapus salah satu tantangan utama untuk mendamaikan negara itu.

Jubir angkatan bersenjata, Mayor Domingos da Camara, menyebutkan, selain Reinado dan seorang tentaranya, seorang pengawal presiden juga tewas. Dan darah nampaknya masih terus tumpah di Timor Leste. (associated press/berbagai sumber/ap photo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s