Karaoke Yukkk…

karaoke

Belakangan ini, ruang karaoke sepertinya menjadi tempat yang cukup ampuh untuk menghajar kebosanan akan segala rutinitas, apapun itu bentuk dan namanya. Yeah, mencoba bernyanyi dengan sesukanya memang cukup manjur untuk menurunkan level stres yang akhir-akhir ini cenderung meninggi.


Resep ini ternyata tidak hanya berlaku hanya untukku. Tapi juga cukup manjur bagi para begundal lain seperti Chalid, Deddy Meki (Sorry man, bukan mau omong jorok. Tapi yang bersangkutan memang senang disapa begitu), Andi Gendut, dan Wiski. Nama yang disebutkan terakhir ini memang sudah seperti perawan di sarang penyamun bagi kelompok kecil kami. Sesakali, kelompok kecil ini coba dibesarkan dengan kehadiran para begundal lain – juga teman-teman kami – seperti si Dudik, Gembong, dan Melly. Well, siapa tahu, suatu saat nanti balon Gubsu juga tertarik untuk ikutan. Yeahhh… siapa tahu kan?

Karaokean yang ini bukan dilakoni pada malam hari menjelang pagi. Di sini, konsumen bisa “beraksi di siang menjelang sore hari. Itu waktu yang tepat buat kami. Di jam-jam seperti itu, kami-kami ini beberapa hari dalam seminggu tak ubahnya pengangguran. Hmmm… lebih tepatnya pengangguran tak kentara. Soalnya, kalaupun sedang tidak di kamar karaoke, kita lebih sering buang waktu di mall. Istilahku, mall rats. Tau film itu?

Tak usah heran, kami-kami yang berprofesi di dunia media ini – terutama yang di koran harian – jam kerja seriusnya di malam hari. Apalagi bagi editor sinting seperti aku ini. Pagi ke siang tidur. Siang ke sore bebas… (kalau tak ada agenda penting) dan sore ke lewat tengah malamnya sibuk pelototin naskah berita-berita yang masuk sebelum pra cetak.

Hmmm… sebenarnya ada alasan lain kenapa memilih di jam segitu. Sssttt… jam segitu adalah jam happy hour di karaoke an tempat kami biasa nongkrong. Nah, untuk kamar karaoke itu kita cuma bayar separuh dari jam normal. Lumayan kan? Siapa juga yang mau rugi?

Tempat karaoke yang aku maksud masih lumayan gress di Kota Medan. Lokasinya tak jauh dari Merdeka Walk. Juga hanya beberapa meter saja dari Palladium Mall. Pasti kalian tahu tempat yang aku maksudkan itu. Pengen sih nyebutin langsung namanya, tapi gak enak juga. Inikan bukan advertorial, kecuali mereka mau bayar.

Tempat karaoke itu memosisikan diri berbeda dengan citra karaoke-karaoke lain. Kalau di tempat lain bukanya saat hari sudah gelap. Bebas menjual minuman keras. Kadang (lebih tepatnya selalu) menyediakan cewek untuk teman duduk dan nyanyi (ini karaoke bo!), tak jarang juga menutup mata dengan peredaran narkoba. Nah, karaoke yang ini “bebas” dari itu semua. Karaoke Keluarga, begitu istilah mereka. Meski tahu sendiri, manajemennya juga tak mungkin mengontrol bilik demi bilik karaoke yang jumlahnya puluhan itu.

Nah, imej yang seperti itu memang cukup ampuh untuk mengundang kedatangan para orang “baik-baik” seperti mahasiswa, karyawan, anak sekolahan, pegawai negeri (kami pernah melihat serombongan polisi pamong praja masuk ke sana), polisi, ibu-ibu arisan anu, sampai ke yang benar-benar keluarga. Seru memang melihat tampang “golongan baik-baik” seperti itu menongkrongi sebuah tempat karaoke. Ibu-ibu berjilbab tidak terlihat aneh di situ.

Mereka biasanya datang berkelompok-kelompok. Kelompok terkecil biasanya terdiri dari 2-3 orang. Sedangkan kelompok terbesar bisa belasan orang. Nah, kalau yang berduaan, biasanya juga pasangan pacaran. Ya, tempat karaoke seperti itu memang menjadi salah satu hot spot yang lumayan cakep lah buat yang sedang pacaran. Hemat. Hitungan ekonomisnya lebih murah soalnya. Bermodalkan duit Rp. 60 ribuan, kau dan pasangan sudah bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam berduaan sambil nyanyi bareng. Romantis kan? Hahahahaha… Tinggal klik lagu yang kalian senangi, redupkan cahaya lampu, terus berubahlah menjadi Beyonce Knowles dan Jay Z. Atau kalau mau agak-agak jadul, pilih aja lagunya Anang dan Krisdayanti. Hahahahaha… Beberapa kali aku “menangkap” kehadiran pasangan seperti itu di sana.

Mereka menyediakan beberapa jenis ruangan, tergantung daya tampungnya. Sedangkan fasilitas lainnya sepertinya tidak berbeda. Sofa, televisi layar datar 29”, monitor komputer untuk memilih lagu, dan soundsystem yang lumayan kencang. Kalau kalian datangnya sekampung, ambil aja ruangan yang large. Tapi kalau cuma ber-6, ruangan yang medium atau yang small sudah cukuplah!

Balik ke kami para begundal ini. Saat lagi muak dengan suasana mall yang tak ada perubahan, atau sedang bosan membicarakan kamera dan fotografi, atau sedang tak ingin bergunjing gossip murahan (hahahahaha… ingat pria-pria suka gossip), karaoke itu menjadi alternatif yang menjanjikan. Selain bisa menjadi sarana menyalurkan hasrat terpendam, setidaknya bilik kecil itu bisa meningkatkan eksistensi diri. Dari pada sekadar nyanyi di kamar mandi, mending tunjukin suara jelekmu untuk mengintimidasi kawan-kawan lain!

Waktu 2-3 jam adalah durasi yang paling tepat untuk mencari ejakulasi kegilaan di sini. Apalagi kalau sudah iseng menyelundupkan sebotol whiskey. Tinggal pesan softdrink kola, pilih lagu Nirvana atau Pearl Jam, dijamin bilik kecil itu bisa menjelma menjadi CBGB! Atau kalau mau iseng, boleh jugalah nyanyiin CucakRowo, tanpa perlu takut diketahui lawan-lawan karena bisa digunakan untuk menghancurkan kredibilitas yang sudah terbangun selama bertahun-tahun itu. Ceileee…

Sejak pertama kali iseng mencobanya, terhitung sudah belasan kali kami nongkrong di sana. Saking seriusnya, si Wiski juga sudah berhasil mendapatkan Magic Mic yang diidam-idamkannya. Kau bisa mendapatkan Magic Mic itu jika dalam satu bulan berhasil mengumpulkan bon belanja senilai Rp. 1,5 juta. Kebetulan, kemaren ada teman yang berulangtahun, jadi tak lebih dari 6 kali kunjungan akumulasi itu sudah tercapai. Entah untuk apanyalah Magic Mic itu sekarang. Soalnya, sampai sekarang aku juga tidak tahu dimana letak “magic” yang dijanjikannya. Asal jangan sekaligus bisa berfungsi sebagai dil*& aja kali ye? Hahahahaha…

Hebatnya lagi, rasa bosan tidak terlalu cepat muncul di sini. Bisa jadi karena mereka menyediakan koleksi lagu yang luar biasa banyak itu. Malah, kau akan dengan mudah menemukan lagu Fariz RM (Sakura dan Barcelona), Humania, sampai soudtracknya The Godfather yang dinyanyikan Andy William. Sayangnya, tak semua lagu itu versi orisinal. Musiknya sudah berubah dan kurang enak di telinga.

Jadi, kalau kalian ingin mendapatkan kegembiraan seperti kami, cobalah sesekali bereksperimen di sana. Ya, siapa tahu kalian akan mendapatkan sensasi serupa dengan yang kami dapatkan.

6 thoughts on “Karaoke Yukkk…

  1. Yes. I wan’t to do it more…
    Hayo, siapa yang mau ikut lagi…?
    “Gua jamin, deh” kata Bob Marley

  2. Wah, asyik nih karaoke sambil ada yang menemani hehehe…

    Tapi jangan lupa Lae, mari kita dukung PSMS. Ayo kita doakan semoga Saktiawan Sinaga cs berhasil melibas Sriwijaya FC. .

    Awas, ada kemungkinan PSMS akan dikerjain wasit lagi. Soalnya, Sriwijaya memang diplot oleh orang berkuasa di PSSI untuk merebut gelar juara. Salah satu caranya adalah dengan menyetel wasit agar merugikan PSMS. Ini terkait dengan sejarah dan bisnis, yaitu Persijatim yang dijual pemgurusnya dan kemudian menjelma menjadi Sriwijaya FC.

    Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC!

  3. OOooo.. ingat aku bos…!
    terakhir kami karaokean ma wiski, mely, ma gembung….,
    pulangnya kami naek becak mesin…,
    trus becaknya aku yang bawa.., tukang becaknya kusuruh duduk dibelakang..
    waakkkakkakkaa…!!! wiski.., miss u lah !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s