Pasangan Kembar Inggris Nyaris Menikah

Pasangan muda-mudi yang tanpa disadari ternyata merupakan saudara kembar yang terpisah sejak lahir nyaris menikah. Pengadilan Inggris terpaksa membatalkan pernikahan mereka setelah terkuak ternyata keduanya memiliki pertalian darah yang kuat.

Lord David Alton, seorang pengacara, mendesak dukungan informasi lebih banyak terkait akte kelahiran bahwa keduanya anak angkat. “Setiap orang berhak untuk mengetahui silsilah, gen keturunannya, serta jati dirinya. Dan jika mereka tidak ingin, maka mereka akan terbawa pada kasus perkawinan sedarah,” kata Alton kepada AP.

Alton pertama kali menguak kasus langka ini bulan lalu saat terjadi perdebatan lima jam terkait rancangan yang merubah perundang-undangan untuk embriologi manusia.

Ditambahkan Alton, “Baru-baru ini saya terlibat dalam sebuah percakapan dengan seorang hakim Pengadilan Tinggi yang memberitahukan saya kasus yang ditanganinya. Berdasarkan transkrip perdebatan pada 10 Desember lalu kasus itu melibatkan kelahiran dua bersaudara kembar yang terpisah sejak lahir dan diasuh orang tua yang berbeda. Mereka tidak pernah diberitahukan bahwa mereka adalah saudara kembar. “Mereka bertemu di kemudian hari dan muncullah rasa saling ketertarikan dan hakim itu biar bagaimanapun harus membatalkan perkawinan mereka,” kata Alton.

Alton tidak menyebutkan nama pasangan kembar tersebut dan juga hakim yang menanganinya.

Alton, pengacara independen yang bekerja di Universitas John Moores, Liverpool ini mengatakan pernikahan sedarah akan memperlebar masalah pentingnya memperkokoh hak-hak anak mengetahui jati diri kedua orang tua kandung mereka termasuk anak-anak yang terlahir melalui pembuahan vitro.

Menurut UU Inggris, hanya seorang ibu saja yang namanya dicantumkan di akte kelahiran. Akte semacam itu juga tidak sangat membantu dari hasil IVF atau mengidentifikasi pendonoran sperma.

Sebagai tambahan, UU Inggris tidak memerlukan para orang tua wajib memberitahukan anak-anak mereka bahwa mereka adalah hasil dari sumbangan sperma.

Alton yakin hal tersebut bisa berubah. Dia menyebutkan lagi rancangan peraturan Embriologi yang kini masih diperdebatkan di Parlemen membutuhkan akte kelahiran anak yang lahir dari hasil sumbangan sperma untuk mengetahui ayah genetiknya.

Merujuk pada kasus saudara kembar ini, dia menjelaskan, “Jika kita mulai mencoba menyembunyikan jati diri seseorang, cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. Dan jika kita tidak tahu diri kita ada kaitan biologis dengan seseorang, kita bisa tertarik dengannya dan tragedi semacam ini pun bisa saja terjadi.” (glob/wire)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s