Gempa 9 SR Hantui Sumbar

Mimpi buruk nampaknya masih terus menghantui warga Sumatera Barat. Disebut-sebut, gempa maha dahsyat yang akan menimbulkan gelombang pembunuh tsunami berpotensi terjadi di Mentawai Sumatera Barat. Gempa itu diperkirakan berkekuatan 9 SR dan, wallahuallam, akan menggetarkan Bengkulu dan provinsi lainnya.

Prediksi mengerikan itu disampaikan ahli dari Pusat Penelitian LIPI Danny Hilman Natawijaya, Senin (3/12). Ia mengaku telah mempelajari siklus gempa selama ini yang mengguncang Mentawai Sumbar. “Gempa dengan kekuatan seperti itu bisa dirasakan di Bengkulu dan Padang dengan kekuatan setara VIII MMI (Modified Mercalli Intensity) yang disusul dengan gelombang tsunami,” kata Danny pada Seminar Geoteknologi “Kontribusi Ilmu Kebumian dalam Pembangunan Berkelanjutan” di Bandung.

Menurutnya, gelombang tsunami di Padang akan mencapai ketinggian empat meter dan pergerakannya sekitar 1,5 kilometer dari pantai. Sedangkan untuk Bengkulu bisa lebih tinggi yang mencapai tujuh meter. Sejumlah pulau yang berada di seputar kawasan gempa akan tersapu gelombang tsunami, seperti Kepulauan Mentawai. Hal ini karena pulau itu lebih dekat pergerakannya dengan pusat gempa.

Sumber gempa itu sendiri diduga di bawah Pulau Mentawai dengan kedalaman antara 20-30 kilometer. Perkiraan itu, kata Danny, terbukti dari saat gempa besar di kawasan Kepulauan Mentawai pada 12 September 2007 dengan kekuatan 8,4 SR. Gempa itu terjadi setelah rentetan gempa besar di Aceh dan Nias pada 2004 dan 2005.

“Gempa berskala 8,4 SR itu kemudian diikuti banyak gempa susulan yang muncul sambung-menyambung di wilayah sekitar lempeng yang pecah. Yang mengagetkan, sekitar 12 jam kemudian, sebuah gempa besar lagi dengan skala magnitudo 7,8 SR kembali,” katanya.

Gempa inilah yang banyak menimbulkan kerusakan bangunan di Kota Padang. Meskipun kekuatannya lebih kecil, tapi letak episentrumnya di sekitar Pulau Pagai Selatan yang lebih dekat dengan Padang. “Gempa ini sukar untuk diklasifikasikan sebagai gempa susulan, karena skalanya terlalu besar. Pada umumnya gempa susulan paling besar adalah satu skala di bawah gempa utamanya yakni 7,4 SR, bahkan lebih umum cenderung dua skala atau lebih di bawah skala gempa utama,” sebutnya.

“Yang menjadi pertanyaan apakah ancaman dari rentetan gempa-gempa ini sudah berakhir? Kita semua berharap demikian, tapi data dan praduga ilmiah menunjukkan sebaliknya. Gempa raksasa yang “bertapa” sejak terakhir bangun di tahun 1797 dan 1833 ternyata belum sepenuhnya terusik,” jelasnya.

Hal ini terlihat dari hasil “plotting” dari gempa-gempa yang sudah terjadi dan tampaknya baru melepaskan akumulasi energi yang terkumpul di bagian pinggirannya saja. Gempa yang bermula dari kakinya di ujung selatan, sekarang ini terlihat menyebar dan mengepung bagian badan dan kepala “sang raksasa”, yakni di bawah Pulau Siberut, Sipora dan Pagai. “Bidang sumber gempa di Mentawai itu 12-15 derajat yang setiap tahunnya terjadi pergeseran 5 centimeter. Untuk gempa antara tahun 1797-1833 telah terjadi pergeseran 10 meter. Setiap dihajar gempa, maka pergeseran itu akan turun,” jelasnya. Sumber: Harian Global/ Antara

One thought on “Gempa 9 SR Hantui Sumbar

  1. Hmmmm… sepekan lalu, gempa yang dikhawatirkan itu akhirnya datang juga… Turut berduka untuk Sumatera Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s