Kaum Remaja Iran Mulai Gandrungi Tatto

Tatto kini mulai digandrungi remaja-remaja Iran. Malah, tatto sudah menjadi gaya wanita muda Iran yang dengan bangga memamerkan tatoo mereka, meski harus menutupinya agar tidak diketahui pihak berwenang.

“Ini adalah generasi tatto,” ujar Milda (24 tahun), seorang seniman yang membuka studio tatto di Teheran.

Ini merupakan petanda baru. Sebagian besar wanita remaja dan yang berusia 20-an di Teheran sudah mulai terpengaruh tren ini. Dulu, pembuatan tatto dilakukan hanya untuk memberi tanda pada bayi yang baru lahir sejak perundang-undangan Revolusi Islam di daerah itu mulai diterapkan pada 1990. Pemberian tanda pada mulanya dilakukan pada hidung hingga keseluruhan tubuh, jaket-jaket, serta selendang dengan membiarkan rambutnya sedikit nampak.

Seiring penutup aurat tubuh sudah mulai berkurang, fesyen berikutnya memunculkan sisi bagian depan bawah dan ini diikuti oleh kaum pria. Namun, para pejabat belum siap. Malah, beberapa situs yang membahas seputar tatto diblokir pemerintah Iran.

Maryam, seorang wanita berusia 20 tahun. Ia memiliki tatto bergambar ikan di punggungnya. “Kami punya rahasia yang kami simpan dari pihak berwenang tapi mereka tidak bisa menghentikan kami, pesta kami atau musik kami,” katanya.

Tren bertatto sangat baru dan memikat beberapa orang. Meski tatto hanya bisa dilihat oleh muhrimnya, seperti di tempat-tempat yang ditutupi oleh aksesoris atau pakaian lainnya. Mereka mulai membuang jauh-jauh pemikiran yang beranggapan bahwa gadis-gadis bertatto seakan-akan bekas napi.

“Sebagian besar gadis tidak menginginkan ibu mertuanya melihat tatto mereka,” tambah Milad. Studio tatto Milad hanyalah salah satu dari puluhan studio di Teheran. Cahaya lampu menerangi ruangan itu. Beberapa lukisan bergambar manusia dan alat tubuh lainnya menghiasi ruangan itu. Kliennya menunggua sambil beristirahat di depan saat Milad bekerja. Namun, mesin pembuat tatto professional susah didapatkan di sini.

Di Teheran bagian utara orang-orang mendapatkan informasi mengenai tatto dari berita mulut ke mulut.

Untuk melebarkan “bisnis” nya, Milad mencetak kartu nama. Di situ, tertera namanya dan nomor ponsel yang bisa dihubungi. “Meski ini usaha terselubung, saya tidak takut lagi terhadap publik. Tapi Anda masih harus berhati-hati,” ujar Milad.

Milad mendapat panggilan untuk membuat tatto setidaknya sekali seminggu, dan para pelanggan menaruh perhatian bagi para pemuda. “Ketika saya mulai dua tahun lalu, jarang sekali menemukan seorang remaja, kini pelanggan sudah nampak,” tambah Milad.

Dengan uang sekitar 800.000 rial atau sekitar US$ 90, para pelanggan sudah bisa memilih gambar standar Milad: kobaran api yang disebut Creeping Death. Ada pula gambar lain yang disebut Dragon Sword. Atau, kalau mau silahkan pilih gambar kupu-kupu, bunga, dan unicorn.

Namun Milad akan mengerjakan apa saja dengan biaya tambahan. Dia juga mengerjakan gambar daun ganja yang merupakan lambang keyakinan Zoroaster pra-Islam di Iran. Seorang gadis Muslim meminta ditatto huruf-huruf berbahasa Hibrani. “Gadis itu tidak tahu apa arti huruf-huruf itu. Dia cuma menyukai bentuk huruf-huruf itu,” jelas Milad.

Lokasi tatto juga berubah-ubah. Menurut Milad, para wanita lebih menyukai tattonya dibuat kecil-kecil di punggung atau di payudara mereka. Tidak masalah bagi Milad, namun itu bisa juga menjadi bumerang kalau dia melakukan hal tidak senonoh.

Tak ketinggalan kaum pria. Yasha, seorang pelajar berusia 20 meminta Milad menggambar kaligrafi di punggungnya. Yasha menyukai huruf bahasa Inggris KMKKY yang mewakilkan nama keluarganya. Kini, ia sedang mencari gambar lain untuk betis kanannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s