Anwar Ibrahim: Pers Malaysia Dikontrol Jelekkan Indonesia

Rakyat Malaysia tidak berniat jahat terhadap warga negara Indonesia di Malaysia. Rakyat Malaysia hanyalah korban dari pers Malaysia yang dikekang pemerintah, begitu kata mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

“Informasi dibendung. Yang didapat, Indonesia cemburu karena ekonomi Malaysia lebih baik. Yang disebut dari Indonesia hanya case jenayah, pembunuhan,” kata Anwar dalam jumpa pers usai bertemu pimpinan DPD di Gedung DPD Senayan Jakarta, Jumat (16/11).

Berita reformasi di Indonesia pun diputar balik oleh pers Malaysia. “Mereka lihat reformasi di Indonesia ini (seperti), perang, bakar!” kata Anwar.

Malaysia disebut Anwar berada dalam era otoritarian. Pers dikungkung. Pemilu curang, dikontrol partai terbesar, UMNO. Korupsi diamini oleh pemerintahan PM Abdullah Badawi. “Komisi pemilihan raya yang seharusnya bebas menjadi alatnya UMNO. Banyak pengundi (pemilih) hantu,” kata Anwar.

Pernah ada penyelidikan di suatu kampung, ditemukan puluhan kartu pemilih orang yang sudah berusia 100 tahun lebih. Secara nasional, pemilih hantu seperti itu bisa mencapai ratusan ribu orang.

”Yang kita minta hanya satu saja, jamin pemilihan raya yang bebas. Kita tidak minta kebebasan pers. “Kebebasan pers seperti di Indonesia bagi Abdullah Badawi terlalu radikal,” ujar Anwar.

Rasa Sayange Milik Indonesia
Pada kesempatan ini Anwar Ibrahim mengakui bahwa lagu Rasa Sayange berasal dari Indonesia. “Kalau saya ditanya soal Rasa Sayange, ya saya akui Rasa Sayange berasal dari Indonesia, dari Maluku. Saya minta maaflah kalau mengakui ini warisan kita (Malaysia),” kata Anwar.

Anwar pun menuding pemerintah Malaysia telah bertindak bodoh bahkan tak waras jika mengingkari fakta itu. “Jadi setidaknya kita perlu pimpinan yang lebih waraslah,” kata Anwar. “Saya prihatin, sebab Indonesia itu sahabat baik. Sejak saya kuliah, sampai sekarang Indonesia itu sahabat saya,” kata Anwar. antara/ dtc

One thought on “Anwar Ibrahim: Pers Malaysia Dikontrol Jelekkan Indonesia

  1. Kenapa tidak ada yang leave comment di tulisan ini???? Arti pers yang independen sudah kabur di mana-mana, mungkin bukan hanya di Malaysia, di Indonesia pun yang katanya pers yang independen, ternyata juga masih menyimpan kepentingan2 tertentu yang katanya demi kelangsungan hidup pelaku di dalamnya. Masih berminat? cobalah kuatkan prinsip hidupmu jika ingin menceburkan diri ke dalamnya,,, do you believe it?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s