Lagi, Bunuh Diri di Plaza di Medan

Selasa (30/10). Hari masih pagi. Toko-toko di Thamrin Plaza Medan masih banyak yang belum dibuka. Pengunjung juga masih sepi. Hanya beberapa karyawan dan sejumlah pemilik toko memulai aktivitas dengan membuka toko masing-masing.


Saat itu Patar Simanjuntak (30 tahun) warga Jalan Menteng VII Gang Sipirok Medan baru saja membuka pintu masuk utama di lantai II, atrium gedung plaza yang dibuka pada era 80’an itu. Tiba-tiba, “buuukkkk…” Ia mendengar suara benturan keras disusul jeritan. Patar menoleh, di belakangnya ternyata “sesuatu” jatuh dari lantai atas. Saat itu ia belum menyadari apa yang terjatuh keras itu.

“Saat saya membuka pintu masuk lantai II kawasan atrium pameran, tiba-tiba ada suara benturan keras disertai suara jeritan. Setelah saya lihat, ternyata ada yang jatuh dari lantai atas,” tutur Patar, petugas satpam di plaza itu saat memberikan kesaksian di Mapolsek Medan Area.

“Sesuatu” yang meluncur kencang dari lantai VII plaza itu ternyata seorang pria bernama Hasnan Siregar (38 tahun). Pria berkulit coklat itu mengenakan celana kain berwarna hitam dan t-shirt berkerah bercorak berwarna abu-abu. Pagi itu sekitar pukul 10.00, entah setan apa yang membisik di telinganya, Hasnan nekat terjun untuk menyudahi hidupnya.

Tubuh Hasnan mendarat dengan posisi miring. Darah segar mengalir dari kepala dan kakinya. Saat itu, ia masih bernafas. Petugas satuan pengaman Thamrin Plaza lalu melarikannya ke RS Methodist Medan, sekitar 700 meter dari Thamrin Plaza. Percikan darah di lokasi kejadian lalu buru-buru dibersihkan pihak plaza. Sayang, nyawa Hasnan tak tertolong. Ia tewas dalam perjalanan. Dari rumah sakit itu, jasad Hasnan dirujuk ke RS Pirngadi untuk otopsi.

“Pelaku bunuh diri diduga kuat karena tak tahan menanggung beban persoalan hidup yang berat. Sesaat setelah jatuh, dia masih bernafas. Pada saat diselamatkan petugas ke rumah sakit terdekat, dia meninggal,” kata Kapolsek Medan Area AKP Masdianto. Ia menyesalkan sikap manajemen Thamrin Plaza yang langsung membersihkan tempat kejadian perkara sehingga menyulitkan polisi untuk melakukan penyelidikan.

Seorang kerabat Hasnan mengatakan korban depresi sejak kematian anaknya. Kejiwaannya semakin terganggu ketika istri tercinta juga pergi meninggalkannya. Hasnan yang bekerja sebagai PNS di salah satu instansi ini menjadi kehilangan arah. “Ia sedikit mengalami gangguan saat ditinggal mati anaknya. Kemudian istrinya pergi entah kemana,” ujar kerabatnya itu.

Belum diketahui bagaimana Hasnan masuk ke plaza itu. Pagi itu, pintu yang baru dibuka hanya pintu masuk lantai II. Diduga, Hasnan masuk melalui lift barang di belakang gedung yang biasa digunakan karyawan pagi hari. “Kalau dari pintu masuk depan, tidak mungkin,” kata Patar.

Setahun lalu, Tio Bun An, alias Johan (30 tahun), warga Jalan Bambu Medan juga nekat meloncat dari lantai V plaza yang sama. Tubuhnya menimpa Latifah Sari (22), penjaga stand kartu kredit Bank ANZ di lantai dua atrium. Saat kejadian, keduanya terluka parah. Insiden itu terjadi pada Selasa (26/9/2006). Johan akhirnya tewas beberapa hari kemudian.

Dua bulan sebelumnya, Rita Wongso (32 tahun) juga nekat terjun dari lantai IV Sun Plaza, pusat perbelanjaan terbesar saat ini di Medan. Insiden itu terjadi pada 24 Juli 2006. Rita, tewas di tempat kejadian. Tubuhnya mendarat di lower ground, di dekat pintu masuk utama plaza di Jalan Zainul Arifin Medan itu.

sumber foto : internet

9 thoughts on “Lagi, Bunuh Diri di Plaza di Medan

  1. Menurut saya sendiri sih, saya kurang begitu peduli atas korban bunuh diri mereka.

    Soalnya mau seberat apapun hidup, Tuhan udah kasih kita hidup nikmat kan di dunia ini? Walau hanya kadang kala saja. Hidup kan penuh cobaan.

    Mereka kayak enggak tega banget nerima negatif hidup di dunuia ini…

  2. saya aja yang anak medan gak suka memberikan berita 2 gak bermanfaat. konon lagi anda yang dari aceh.

  3. almaidany, di/pada Oktober 31st, 2007 pada 9:34 pm Said: Edit Comment

    saya aja yang anak medan gak suka memberikan berita 2 gak bermanfaat. konon lagi anda yang dari aceh.

    ===>> walah, saya bukan dari Aceh. saya anak Medan kok. hehehehe… kata Anda gak bermanfaat, tapi udah lebih 300 orang yang membaca postingan ini sepanjang Rabu.

  4. roh yg gagal menjalani skenario pilihannya, pasti diatas ia akan menyesali krn harus mengulang lagi skenario yg sama…😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s