Unjuk Rasa di Myanmar, 8 Tewas

Kekhawatiran dunia akhirnya terbukti. Rabu (26/9), unjuk rasa para bhiksu Buddha dan warga umum yang coba dibubarkan militer menewaskan 8 orang, termasuk 5 bhiksu. Peristiwa 1988 yang menewaskan sekitar 3.000 orang seolah terulang kembali.

MENYELAMATKAN DIRI

Khim Maung Win, deputi editor Suara Demokrasi Burma, radio anti pemerintahan junta yang berbasis di Oslo, Norwegia, mengatakan 8 orang – 5 bhiksu dan 3 warga sipil – dilaporkan tewas dan sedikitnya 5 orang terluka serius.

Namun, pemerintah setempat mengatakan hanya satu orang tewas dalam insiden yang mereka sebutkan terpaksa dilakukan setelah militer gagal membubarkan aksi itu dan terpaksa melepaskan tembakan. Para saksi mata menyebutkan, polisi memukuli dan menyeret belasan bhiksu yang sudah memulai aksi itu sejak bulan lalu di Myanmar.

Militer melepaskan tembakan peringatan di hadapan pemrotes di Yangon tengah dan membuat orang kocar-kacir mencari tempat berlindung. Saat itu, para warga sipil berkumpul dekat Pagoda Sule menunggu kedatangan prosesi sekitar 10.000 bhiksu dan warga sipil.

Sebagai upaya perlindungan menghadapi gas air mata, banyak bhiksu mengenakan masker, kata saksimata. Ditambahkan, sejumlah bhiksu dipukuli dan dibawa dari Pagoda Shwedagon, tempat awal unjukrasa menentang junta militer yang berkuasa 45 tahun.

Pemerintah junta militer mengumumkan dalam radio dan televisi tindakan itu dilakukan untuk menekan para pemrotes. Menurut mereka, ini merupakan pertumpahan darah yang pertama kalinya terjadi. Kelompok penentang menambahkan sekitar 300 bhiksu dan aktivis ditahan.

Pemerintah Myanmar menyebutkan militer dan polisi terpaksa melepaskan tembakan setelah kerumunan yang berjumlah 10.000 orang termasuk para bhiksu yang gagal untuk dibubarkan di Pagoda Sule, Yangon. Disebutkan, polisi hanya menggunakan kekuatan minim.

Menurut pengumuman pemerintah, pria yang tewas tersebut berusia 30 tahun tewas terkena pantulan tembakan. Ditambahkan juga, beberapa orang terluka yakni dua pria berusia 25 tahun dan 27 tahun serta seorang wanita berusia 47 tahun. Para saksi mata mengatakan melihat dua wanita dan satu orang pria luka terkena tembakan dalam bentrokan tersebut.

Zin Linn, Menteri Penerangan Pemerintah Koalisi Nasional Uni Burma yang berbasis di Washington yang merupakan pemerintahan berdiri sendiri dalam pembuangan menguatkan laporan itu. Ia mengatakan, sedikitnya 5 bhiksu tewas. Laporan tersebut belum bisa dikonfirmasikan oleh AP.

Sementara itu sebuah kelompok organisasi aktivis politik pembuangan di Thailand, Liga Nasional untuk Daerah Demokrasi Merdeka mengungkapkan sebanyak 3 bhiksu dikonfirmasikan tewas dan 17 lainnya terluka.

Pasukan keamanan melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata mencoba membubarkan kerumunan demonstran saat menghalau para bhiksu Buddha di dalam truk-truk. Aksi ini merupakan penahanan massa pertama sejak munculnya aksi protes pada 19 Agustus lalu. Aksi ini merupakan yang terbesar terhadap pemerintah militer dalam 20 tahun terakhir.

Merespon seruan para pemimpin dunia, Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat tertutup di Myanmar. Rapat ini akan dihadiri oleh Ibrahim Gambari, perwakilan khusus sekjen untuk Myanmar, ujar jurubicara deputi PBB Marie Okabe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s