Sang Lindu Datang Lagi

Rabu sore Lindu kembali mengguncang ibu pertiwi. Kali ini giliran Bengkulu yang kena amuk. Saat sang Lindu datang, aku sedang duduk-duduk santai di taman tak jauh dari kantor. Di situ, getaran tidak terasa. Padahal teman-teman wartawan yang sedang rapat di lantai 3 sempat turun karena ketakutan. Penasaran, aku akhirnya coba cari tahu lewat internet. Web yang pertama aku akses tentu saja www.usgs.gov.


“Guncangannya sangat terasa. Orang-orang berlarian karena panik. Ada juga yang berteriak-teriak,” ujar Hatta, seorang karyawan studio foto yang ada di Sun Plaza, mal terbesar saat ini di Medan, Rabu (12/9). Hatta, bersama pengunjung lainnya ikut-ikutan lari menyelamatkan diri setelah gempa bumi kuat mengguncang Samudera Hindia tak jauh dari garis pantai Bengkulu, Sumatera pada Rabu pukul 18.10 WIB.

Nun jauh dari Medan, sekitar 130 meter dari Bengkulu, Lindu (gempa) itu berpusat, kata United States Geological Survey (USGS). Kali ini, sang Lindu muncul dengan kekuatan 7,9 Skala Richter. Meski berpusat di Bengkulu, getarannya terasa di provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pekan Baru, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, dan menjalar sampai ke Malaysia, Singapura, Thailand. Bahkan, sang Lindu juga sempat dikhawatirkan memicu tsunami di kawasan Samudera Hindia. Delapan negara di kawasan ini diminta waspada.

Adalah Pacific Tsunami Warning Centre yang berbasis di Hawaii AS yang mewanti-wanti bahwa tsunami berpotensi terjadi di Indonesia, India, Srilanka, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Maladewa. Seluruh negara-negara itu juga sempat merasakan amuk tsunami saat mega Lindu di Aceh yang berkekuatan 9 SR terjadi 26 Desember 2004.

Peringatan itu benar adanya. Sebuah tsunami kecil – setinggi sekitar semeter – dilaporkan menghantam kawasan pantai di Padang, Sumatera Barat, kata Suhardjono, petugas senior di Badan Meteorologi dan Geofisika setempat. Sayang, ia tidak bisa memberikan laporan detil karena buruknya koneksi telepon, katanya kepada kantor berita Associated Press yang dikutip di Yahoo! Pacific Tsunami Warning Centre mengamini pernyataan Suhardjono.

Kabar sementara menyebutkan dua orang tewas saat sebuah ruang pamer mobil rubuh dan sejumlah orang lainnya dikhawatirkan tewas di lantai empat sebuah departemen store di Padang, Sumatera Barat yang terbakar setelah gempa. Diduga, kebakaran dipicu hubungan pendek listrik. Malah, Kapolda Sumbar Brigjen Ucin Sudiana mengkhawatirkan sejumlah orang terjebak dalam bangunan itu.

Sampai Kamis dinihari, laporan sementara menyebutkan sedikitnya 40 persen bangunan di Bengkulu Selatan rusak parah. Selain rumah-rumah, surau-surau di Bengkulu juga roboh. Salat tarawih pun terpaksa tertunda di di awal bulan Ramadhan ini. Situasi makin mencekam saat aliran listrik terputus. Kota gelap gulita. Hampir serupa kondisinya, di Padang ratusan rumah dan gedung-gedung juga ambruk. Bahkan, delapan karyawan ruang pamer Mitsubishi PT Suka Fajar Jalan Veteran Padang masih hilang. Diduga, delapan orang itu tertimbun reruntuhan bangunan. Dari Mentawai, dilaporkan banyak rumah, masjid, gereja, dan sekolah ikut ambruk.

Di manakah kau saat Lindu itu mengguncang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s