Ngenet

Hampir delapan jam sudah aku nongkrong di warnet ini. Aku sendiri pun bingung, entah apa yang aku cari. Perut sudah mulai lapar, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan juga jadi terbengkalai.


Awal mulanya sih karena listrik di rumah tiba-tiba mati tadi siang. Padahal desain brosur yang sedang aku kerjakan sudah hampir rampung. Sialnya, program auto backup pc ku itu kurang bagus. Kalau komputernya mati tiba-tiba, file yang tersimpan adalah file yang di save sebelum save terakhir. Lebih gawat lagi, tak jarang file nya malah jadi rusak dan mesti diulang semua. Anjing, mudah-mudahan kali ini tidak.

Karena tadi juga bingung ngga tau mau ngapain akhirnya aku tersesat di warnet ini. Online dari sini lumayan enak. Koneksi lumayan kencang. Yang punya temen, jadi harga bisa dinegosiasikan. Terus, koleksi mp3 nya lumayan bagus lagi. Boleh lah sekali-kali kalian coba online dari sini. Namanya Mega net, pas di ujung jalan Megawati, dekat jalan Bakti Medan.

Hujan deras tadi juga jadi alasan kenapa aku bertahan di sini. Bagaimana mau pulang kalau hujan seperti tadi? Medan sepertinya mulai musim hujan. Hampir setiap hari hujan mengguyur. Akibatnya, siap-siap aja kedatangan banjir seperti yang sudah-sudah… Ah, kenapalah soal yang satu ini belum ditemukan juga pemecahannya? Kenapa sekarang tidak ada lagi gotong royong setiap Jum’at pagi membersihkan got/ parit seperti dulu yah?

Aku rindu dengan masa-masa itu. Semua warga kompak setiap Jum’at pagi membersihkan parit di depan rumah masing-masing. Bau hilang, airnya mengalir lancar. Hampir tak ada genangan. Nyamuk pun enggan bertelur.

Yang lebih assik, kalau tanah bekas kerukan got/ parit itu sudah mulai mengering, dan sedikit rajin mencangkulinya bisa dapat duit recehan banyak. Dari mana? Yah, recehan milik orang yang tak sengaja jatuh ke dalam got. Kalau dikumpuli bisa dapat sampai ribuan rupiah. Padahal masa itu karcis nonton di Panggung Hiburan Rakyat (era sebelum theatre) masih Rp. 250,-

Hehehehehe… bisa nonton film Kung Fu klasik, dan pulangnya masih bisa beli kueh-kueh basah.

Assik yah? Mengenang masa yang sudah berlalu memang kadang mengasyikkan. Walau tak jarang itu juga memalukan.

* * *

Tapi, hemmm… hujan udah berhenti sejak tadi. Aku mesti pulang, lanjutin kerjaan yang terputus tadi siang. Brosur itu mau di bawa ke Penang Jum’at ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s