Handphone, duit, dan kartu kredit digondol maling!

Hari ini aku sepertinya sedang sial betul. Bagaimana tidak, handphone 8250 yang berisikan banyak no handphone penting hilang digondol maling. Selain itu, duit kontan sebesar Rp. 120.000,- dan satu kartu kredit HSBC VISA juga ikut hilang. Sialnya lagi, saat aku hubungi customer service untuk memblokir kartu si maling sudah menggesek kartu dengan beban tagihan sebesar Rp. 910.000,-

Ampun deh. Ini baru benar-benar apes namanya. Niat untuk refreshing ke Bandung jadi rusak karena kejadian ini. Rencana jalan-jalan seharian tadi juga jadi kacau balau. Gimana lagi mau menikmati perjalanan kalau sudah begini?

Peristiwa ini sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Lha, terjadinya di kamar kost teman di bilangan Sukaluyu Bandung. Tadi malam, kami cuma berempat di dalam kamar. Aku, si A, B, dan C. Nama mereka sengaja aku samarkan, bukan apa-apa. Seandainya pun salah satunya menjadi pelaku, mereka tetap saja temenku. Bagaimana pula seandainya pelakunya orang lain yang menyelusup diam-diam ke kamar itu?

Sebenarnya, sampai jam 2.00 tadi pagi kami belum tidur. Masing mengobrol santai. Setelah itu, si teman A pamit tidur ke kamarnya. Tinggallah aku, B dan C. Teman B adalah si pemilik kamar. Aku kenal betul dengan dia, malah sejak masih kanak-kanak. Teman C juga aku kenal baik. Malah, dia pernah tinggal di rumahku beberapa bulan karena satu persoalan.

Singkat cerita, sekitar pukul 3.00 pagi akhirnya kami semua tertidur. Aku duluan tertidur di antara mereka. Jadi aku tidak mengetahui pasti bagaimana keadaan saat aku tinggal tidur. Apakah pintu dalam keadaan tertutup dan terkunci (atau tidak dikunci) ?

Handphone yang hilang aku simpan di dalam tas. Sedangkan handphone yang satunya lagi justru aku letakin begitu saja. Type nya jelas lebih bagus dari handset yang hilang. Makanya aku bingung, kenapa justru yang jeleknya yang diambil.

Pagi saat bangun tidur aku belum ngeh kalau kehilangan barang. Begitu bangun, aku malah assik meneruskan bacaan yang belum selesai tadi malam. Sekitar jam 9.00, si C pamit pulang untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah dia pergi aku mencari handphone yang 8250. Ada sebuah nomor yang mau aku hubungi dan tersimpan di handset tersebut. Tas tempat menyimpannya aku bongkar-bongkar. Hape tetap tidak kelihatan. Aku coba telepon, malah terhubung dengan veronica.

Awalnya aku belum terpikir kalau handphone itu hilang. “Mungkin dibawa sama teman C,” pikirku begitu. Aku lalu mengirimkan sms ke dia.

Aku mulai merasa aneh saat melihat dompet di dalam saku belakang celana jeans yang tergantung di balik pintu. Posisi dompet sudah berubah. Tidak seperti aku biasanya meletakkannya. Darahku berdesir. Pasti terjadi sesuatu yang tidak beres.

Dengan tak sabaran dompet aku buka. Benar saja, satu kartu kredit sudah raib. Empat kartu lainnya masih ada. ATM BCA juga masih di tempatnya. Saat aku buka-buka, selembar uang Rp. 100.000 dan Rp. 20.000,- juga ikutan hilang.

Aku sempat bengong. Lemas.

Kok bisa-bisanya hilang padahal kami semua tidur di kamar yang sama.

Mendengar aku kehilangan, teman B ikut-ikutan panik. Soalnya cuma kami bertiga ada di kamar itu. Kok bisa-bisanya hilang?

Kami lalu mencoba mengira-ngira. Mustahil ada seseorang yang masuk ke kamar tanpa kami ketahui. Dan mustahil juga salah satu dari kami bangun tadi malam dan diam-diam mengambili barang-barang itu.

“Masa sih temen dekat tega mencuri barang temen sendiri?” kami mikir begitu.

Pikiran itu lalu kami campakkan jauh-jauh. Tapi yang namanya orang kehilangan pasti akan tetap kepikiran. Tapi aku mikir juga, tak baik menduga-duga. Iya kalau benar, kalau salah bagaimana? Akhirnya aku mencoba mengalihkan pikiran ke hal lain.

HSBC mengatakan informasi lokasi transaksi terakhir kartu kredit saya baru bisa diketahui sekitar 2 hari mendatang. Mudah-mudahan, si pemilik outlet masih mengingat orang yang menggesekkan kartu itu di tokonya. Paling ngga ciri-cirinya. Informasi ini sangat berguna bagi saya. Setidaknya saya bisa tahu siapa sih orang yang tega mengambil barang-barang itu?

Kalau berharap barang-barangnya kembali sih mustahil. Sebaiknya direlakan saja dan tak usah dipikirkan lagi. Sebab kalau dipikirkan bisa-bisa membuat tidur tak nyenyak. Yang penting dan patut menjadi pelajaran, sejak kejadian ini aku mesti ekstra hati-hati untuk meletakkan barang-barang berharga. Kehilangan bisa terjadi dimana saja. Malah di tempat yang tidak mungkin sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s