Apa Kabar?

HELLO semua, apa kabar kalian? Lama tak up date di sini. Memang, sejak semakin menseriusi “dunia hitam” aktivitas di blog ini seperti terlantar. Tapi setelah ini nanti saya berjanji untuk lebih sering posting – apa saja – untuk berbagi dengan kalian semua.

Segini dulu, nanti disambung lagi. Sampai jumpa.

Dari Guatemala dengan Cinta

guatemala-fransisco-mendez-bean-omertakoffieDUNIA KOPI MEDAN – Dua jam sudah secangkir double shoot espresso Guatema Fransisco Mendez menjelajahi rongga mulut dan menyapu seluruh saraf perasa yang ada di lidahku ini sebelum akhirnya meluncur mulus melintasi tenggorokan, tapi rasa kopi asal San Pedro Necta, Huehuetenango, Guatemala ini masih menjejali seluruh area mulut. Padahal, dua cangkir air putih sudah diminum setelah double espresso itu menghilang dari pandangan. Continue reading

Tiada Hari Tanpa Kopi

kopi tubruk mandhelingTERDENGAR berlebihan? Sepertinya iya juga, meski dalam kenyataannya nyaris betulan. Iya, hari-hari belakangan ini memang nyaris tak pernah dilewatkan tanpa kopi.

Minuman berwarna hitam ini kerap menemani keramaian maupun kesendirian. Biasanya, kehadirannya sering kali menyemarakkan suasana. Apalagi saat kumpul-kumpul sesama teman penyuka kopi dan topik pembicaraan nyambung. Continue reading

Tsunami, Sembilan Tahun Silam

Residents of Banda Aceh walk through a scene of destruction, 27 December 2004 following a devastating quake and series of tidal waves (mirror.co.uk)MAYAT-MAYAT ITU jumlahnya ratusan. Mungkin seribuan. Laki-laki. Perempuan. Dewasa. Puluhan anak kecil. Ada yang masih berpakaian lengkap. Banyak juga yang sudah telanjang. Beberapa di antaranya mengenakan seragam polisi. Mataku tertumbuk pada satu jenazah polisi. Perutnya menggembung. Kulit menghitam. Bola mata nyaris mencelat. Darah hitam keluar dari mulut, mata dan telinganya.
Continue reading

Kopi dan Jantung yang Berdebar

DI SATU siang yang panas. Omerta baru saja kubuka. Usai membersihkan gelas kotor, aku pun mulai mengepel lantai yang sudah disapu sebelumnya. Area lantai semen yang terkena kain pel belum banyak. Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang.

Rupanya dia mau bertemu dengan pemilik rumah yang kebetulan berbisnis alat GPS untuk dipasang di mobil. Aku jelasin ke bapak itu kalau yang punya rumah sedang tidak ada. Dan menyarankannya untuk datang lagi di lain hari. Continue reading

Suatu Malam di Omerta

omerta-kaffeehauschenTADI MALAM tiba-tiba ada yang datang. Dua orang pria. Satu masih muda. Satu lagi mungkin jelang 50 an. Keduanya tak pernah datang ke Omerta Kaffeehauschen sebelumnya. Mereka seperti terburu-buru.

Yang lebih tua, posturnya kecil. Kepalanya agak kebotakan. Setelah sedikit dijelaskan stok kopi yang ada, pria itu lalu memesan dua cangkir kopi tubruk Gayo dan langsung membayarkan pesananan itu. Aku menjelaskan pesanan tidak bisa instan karena biji kopi harus digiling sebelumnya. Dia tak protes. Continue reading

Tuminem, Si Seksi Karya Kupu-Kupu Malam

kupu-kupu-malamMEDAN – Sudah melihat penampilan Tuminem, Si Kupu-Kupu Malam yang didatangkan Venom Audio (penyedia perangkat audio mobil) di Plaza Medan Fair? Melihat penampilannya yang serba mutakhir itu, bisakah Anda menebak mobil apa yang digunakan sebagai basis proyek modifikasi ini?

VW Kodok! Apa tidak salah? Tuminem dalam kehidupan sebelumnya memang merupakan kendaraan rakyat bikinan negeri Hitler itu. Oleh rumah modikasi asal Jogjakarta “Kupu-Kupu Malam” VW Kodok itu lalu bertransformasi menjadi sedan mewah dengan gaya acuan, sport dragrace.
Continue reading

Uji Coba Espresso

espresso-by-omerta-kaffeehauschenSETELAH beberapa kali uji coba, akhirnya penampilan espresso yang diinginkan kudapat juga. Pagi tadi, aku coba bereksperimen dengan kopi yang lain setelah sebelumnya menggunakan Kopi Sidikalang dengan gilingan halus.

Sempat khawatir lagi akan gagal, ternyata espresso dengan menggunakan Kopi Mandheling yang digiling agak lebih kasar dari kopi sebelumnya cukup berhasil dari segi penampilannya. Continue reading