Category Archives: office
Mencari Web Medan Weekly?
Seorang pembaca Medan Weekly kemaren siang mengirimkan email. Isinya, menanyakan alamat website tabloid yang baru berusia sebulan itu. “Aku sudah searching ke mana-mana, tapi gak ketemu dengan web nya,” begitu katanya.
Masuk Kantor Baru
Setelah dua pekan, Senin (1/9) ini, akhirnya semua awak redaksi sudah bisa kerja di kantor baru. Semua komputer sudah terpasang. Koneksi antar jaringan juga sudah bisa digunakan. Internet juga sudah lancar.
Jumat Pagi, Tentang MedanWeekly yang Terlambat
Jumat, 22 Agustus 2008. Hampir pukul 08.00 pagi. Seharusnya pagi ini tabloid MedanWeekly edisi perdana sudah beredar di pasar. Ya, seharusnya. Tapi ternyata banyak faktor membuat tabloid baru yang “pagi-pagi sekali” sudah menghebohkan Kota Medan ini belum juga dicetak. Itu berarti distribusinya akan molor beberapa jam ke depan. Ya beberapa jam, karena hari ini juga soft copy hasil desain akhir tabloid itu mesti harus dilumat mesin cetak. Jika tidak, semuanya akan menjadi antiklimaks.
Menjadi Pengangguran (Sementara)
Pak Denny, apa yang terjadi? Kenapa bisa salah seperti itu? Apa tidak diperiksa sebelumnya?
Benar Ibu. Desainer salah tarik folder file. Halaman itu tadi sudah aku periksa karena penanggungjawabnya sedang sakit dan memutuskan untuk pulang setelah halamannya selesai. Aku juga tidak sempat memeriksanya secara detail. Sebatas tidak ada kesalahan pada judul dan pengetikan pada isi berita, halaman itu aku loloskan.
Maksud bapak nasi sudah menjadi bubur dan dibiarkan begitu saja?
Sorry bu, yang salah tetap diberikan sanksi. Mungkin besok bisa kita bahas. Sekarang sudah hampir jam 04.00 pagi, ibu sudah dibangunkan dari tidur dan aku juga sudah capek, lebih baik kita bicarakan besok. Ini bukan waktu yang tepat.
Lho? (Si ibu kembali mengulang pertanyaannya, tapi aku sudah tidak berselera untuk menjawab. Kesalahan sudah terjadi dan kami memutuskan untuk menggantinya)
Iya bu, nanti aja kita bahas lagi.
Pulang Pagi Lagi
Malam ini entah udah malam ke berapa aku mesti pulang pagi dari kantor ini. Alhasil, badan terasa meriang, gak nyaman. Mungkin gejala masuk angin. Aku ngga berani membayangkan kemungkinan penyakit lain yang nekat menyerang. Huh, betapa menyeramkan!
Tempat Kerja Baru
Hampir dua bulan sudah aku kerja di tempat baru ini. Setelah beberapa lama tidak bekerja tetap, Februari lalu aku memutuskan untuk mengambil pilihan ini. Di tempat baru, di sebuah koran harian lokal, aku ngejob sebagai editor untuk sebuah rubrik hariannya. Rutinitas kerja akan kembali harus dijalani hari-hari ini dan berikutnya.


