Yuk Pelihara Jurung di Akuarium

IKAN Arwana Silver peliharaanku sudah mati. Masalahnya sepele. Mungkin karena kelamaan mengganti air di akuarium. Akibatnya suhu air jadi tidak sesuai dengan ikan yang sudah kupelihara hampir selama setahun itu. Sedih juga waktu melihat ikan itu tidak bergerak lagi. Selain sudah membesar, ikan ini sudah semakin jinak. (baca: Osteoglossum Bicirrhosum Peliharaanku)

Sejak Arwana itu mati, akuarium lalu kuisi dengan berbagai jenis ikan lain. Untuk sementara aku menghindari memelihara jenis Arwana. Memang ikan ini agak lebih rentan dibandingkan ikan jenis lain. Jadi agak lebih repot memeliharanya.

Pengganti si Arwana, aku isi akuarium dengan berbagai jenis ikan sungai. Utamanya ikan sungai yang biasa hidup di air deras seperti Ikan Jurung (Mahseer Fish di tempat lain bisa bernama Kancera/Semah/Tambra/Kelah), Ikan Lembeduk (Ikan Kapiat atau Tinfoil Barb), Ikan Pontius, dan ada jenis lain yang aku tidak tahu namanya.

Ikan-ikan yang jumlahnya belasan itu umumnya memiliki penampilan yang mirip-mirip. Namanya ikan sungai, warna sisiknya biasanya keperakan. Soal bentuk tubuh, semuanya hampir mirip. Hanya berbeda ukuran saja. Ikan-ikan ini juga tipikal ikan liar yang mudah terkejut. Malah, sudah beberapa kali ikan-ikan itu berpindah tempat. Meloncat dari air dan akhirnya mati dikerubungi semut di lantai dekat akuarium.

Yang paling lasak adalah ikan jenis Jurung. Ada tiga jenis jurung aku pelihara. Masing-masing Jurung Bahorok, Jurung Jambi, dan Jurung Bangkok. Ketiganya, meski sama-sama bernama Jurung, bentuknya terlihat berbeda. Kalau Jurung Bahorok, sisiknya keperakan, besar-besar dan lebih mengkilap. Ekornya berwarna gelap. Sedangkan Jurung Bangkok, bentuk tubuhnya memanjang, sisiknya lebih gelap dan ekornya berwarna kemerahan. Di dekat insangnya ada bintik hitam. Kalau Jurung Jambi, tubuhnya mirip Jurung Bahorok, namun sisiknya lebih kecil-kecil dan rapat. Ekornya berwarna kekuningan.

Tipikal ketiga jenis Jurung ini juga berbeda. Kalau Jurung Bahorok dan Jurung Jambi agak lasak (apalagi saat diberi makanan), si Jurung Bangkok lebih kalem. Dia lebih tenang, diam di tempatnya dan sesekali ke permukaan air untuk memakan pellet yang kutaburkan. Kalau ikan lain mungkin sudah empat kali mencaplok pelletnya, si Jurung Bangkok hanya sekali. Kalau kata penjual ikannya, Ikan Jurung Jambi dan Bangkok adalah jenis ikan tangkapan dari sungai, bukan hasil ternakan. Makanya, kedua jenis ikan ini lebih susah untuk didapatkan. Harganya juga lebih mahal dari Jurung Bahorok.

Tadinya ada juga ikan Lembeduk merah. Matanya juga berwarna merah. Sayangnya, sepasang ikan ini mati dalam waktu yang berbeda. Keduanya meloncat dari akuarium. Sama seperti si Jurung Bangkok yang kini sendiri karena ditinggal mati kawannya. Untuk mengganti si Lembeduk Merah, aku beli sepasa Lembeduk Bangkok. Mirip dengan Lembeduk lokal, hanya saja ekornya berwarna kemerahan. Kalau Ikan Pontius tubuhnya lebih kecil dan melebar. Ada juga bintik hitam di dekat ekornya.

Semua jenis ikan ini, kata penjualnya, bisa membesar. Si Jurung, malah bisa berukuran panjang semester di habitat aslinya. Ikan ini adalah ikan idola bagi kalangan pemancing sungai di Sumatera Utara. Selain rasanya enak, diperlukan keberuntungan dan kemampuan khusus agar bisa mendapatkannya.

Hampir seluruh sungai di Sumatera Utara ini dulu dihuni Ikan Jurung. Sayangnya, belakangan ini populasinya semakin susut. Tangkapan berlebihan dan polusi di habitatnya membuat Ikan Jurung menjadi semakin langka. Begitupun, masih ada daerah tertentu di Sumatera Utara yang menerapkan kearifan lokal dan akhirnya menyelamatkan populasi Jurung. Coba baca artikel Ikan Jurung Keramat, Danau Siais, dan Aek Batang Toru.

Dulu, Ikan Jurung juga banyak ditemukan di Danau Toba. Namun sekarang sudah sangat langka. Di daerah Toba, ikan ini dinamai Ihan Batak. Bentuknya mirip ikan mas, tapi warnanya keperakan. Ihan Batak ini sekarang hanya ada di beberapa sungai kecil di Pulau Samosir. Mereka juga selamat karena kearifan lokal yang dijaga di daerah-daerah itu.

Aku senang memelihara ikan-ikan ini karena selain memang asik untuk dilihat kelakuannya, ikan-ikan jenis ini memiliki story yang bagus. Apalagi ikan-ikan ini semakin lama semakin langka. Mudah-mudahan mereka bisa bertahan di akuriumku.

About these ads

2 thoughts on “Yuk Pelihara Jurung di Akuarium

  1. untuk bibit jurung dapat diperoleh di
    INDOMAHSEER AQUACULTURE

    http://indomahseer.wordpress.com

    indomahseer@gmail.com
    (+62) 812 193 161 88

    kami menyediakan stok bibit ikan jurung mulai dari ukuran:
    5cm – 10cm / ekor
    10cm – 15cm / ekor
    15cm – 20cm / ekor
    0,5kg – 1kg / ekor
    1kg – 1.5kg / ekor

    Kami juga memberikan garansi ikan hidup, apabila ikan saat sampai ada kematian diatas 10% maka ikan yang mati kami ganti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s