Nyaris Dijual, 4 Gadis Kabur dari Barak PSK
Posted by cakbrewok on February 19, 2008
Ngeri membayangkan akan dijadikan PSK (pekerja seks komersial), empat gadis asal Padalarang, Jawa Barat nekat melarikan diri dari sebuah barak penampungan di Desa Bandarbaru, Deliserdang, Senin (18/2) dinihari. Mereka diduga korban trafficking dan diperkirakan baru tiba di daerah lokalisasi itu.
Keempat korban masing-masing, Reni (24 tahun), Leni (21), Rina (25) dan Elsa (20) berhasil lolos dari cengkeraman germo setelah nekat melompat dari lantai dua Barak E di Desa Bandarbaru pada Senin sekitar pukul 2.00 WIB.
Barak merupakan istilah tempat penampungan para PSK. Biasanya, oknum-oknum penyedia jasa PSK menjemput mereka dari barak dan kemudian mengantarkannya ke tamu yang berminat. Nah, dalam kasus ini, barak juga digunakan sebagai tempat penyekapan “calon” PSK baru seperti ke empat wanita itu.
Setelah berhasil lolos dari Barak E, di malam yang dingin itu ke empat wanita itu sembunyi di sebuah gereja yang terletak tidak jauh dari lokasi penampungan. Setelah merasa aman, mereka mengadu ke pos polisi dan selanjutnya diserahkan ke Direktorat Reskrim Poldasu. Ke empat wanita itu pun urung menjadi PSK.
Sumber di Mapoldasu menyebutkan, ke empat korban tiba di Medan melalui jasa Kidir, seorang warga Bandung Jabar. Disebut-sebut, Kidir menjanjikan para korban akan dipekerjakan di luar negeri sebagai pembantu rumahtangga. Untuk meyakinkan korbannya, Kidir menjanjikan gaji yang cukup besar.
Tergiur dengan tawaran Kidir, ke empat korban langsung menyetujui tawaran itu. Sialnya, bukan pekerjaan baik-baik yang didapatkan. Mereka malah dibawa ke lokalisasi di kawasan Bandarbaru, Sumut untuk dijadikan sebagai PSK di Barak E. Namun, polisi belum memberikan keterangan resmi.
This entry was posted on February 19, 2008 at 4:22 am and is filed under news. Tagged: bandar baru, pelacuran, trafficking. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




