Gergaji Mesin Mulai Babat Hutan Alam Tele
Temanku Robert Manurung dari Komunitas TobaDream Jakarta beberapa hari lalu menyampaikan suatu kabar tak enak. Katanya, situasi “gawat darurat” di hutan alam Tele sedang terjadi. Robert sebelumnya sempat menyinggung sedikit persoalan ini di artikel “Water Is Life” yang ada di blognya. Ternyata sejak empat malam yang lalu (Jumat, 15/2), sisa-sisa hutan alam di Kabupaten Samosir itu sudah mulai ditebas gergaji mesin.
Robert mengatakan, ia bersama Komunitas TobaDream Jakarta, sangat terpukul dan prihatin atas kesewenang-wenangan pemda setempat. Bahkan mereka merasa tertipu, karena Bupati Samosir Mangindar Simbolon sudah memberi garansi bahwa penebasan hutan tidak akan terjadi saat bincang-bincang di komunitas TobaDream sekitar empat bulan lalu. Ternyata, Simbolon BERBOHONG (Robert memang menulisnya dengan huruf kapital). “Pak Bupati malah mengeluarkan izin pembabatan hutan seluas 2.250 hektar di Tele, yang konon akan dijadikan perkebunan bunga,” kata Robert.
Kami sangat mengharapkan dukungan media massa, terutama dari rekan-rekan bloger Indonesia, untuk memberikan tekanan agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan.
Bagi yang tergugah dan ingin tahu, baca artikelnya di http://ayomerdeka.wordpress.com/
Tags: Danau Toba, hutan, Tele
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
Maret 23, 2008 at 1:37 pm
Mauliate Lae untuk postingan. Kabarnya pembabatan hutan Tele sudah dihentikan. Mudah-mudahan demikian adanya.
Dari peristiwa ini mungkin kita bisa menarik pelajaran : komunikasi dan kerjasama antarblogger sebenarnya bisa diarahkan untuk hal-hal yang produktif dan bahkan fundamental. Kita bisa manfaatkan blog untuk mengabarkan ke seluruh dunia jika kekayaan alam dan budaya kita akan dirusak oleh penguasa.
Mauliate Lae. Selamat berkarya.
Horas ma di hita sude Bangso Batak.