Posted by cakbrewok on July 25, 2005
Sore sekitar pukul 15.00 tadi pesawat Adam Air yang aku tumpangi dari Jakarta mendarat mulus di Medan. Selesai sudah perjalanan 8 hari di Jakarta dan Bandung. Perjalanan kali ini terasa begitu singkat sehingga tidak sempat untuk mengunjungi teman-teman di Jakarta dan Bandung. Malah, teman-teman dan sodara-sodara yang ada di Bandung juga tidak sempat aku datangi. Mudah-mudahan mereka mengerti.
Masih untung tadi malam aku sempat bertemu adik dan sepupu-sepupuku : Rommy, Rommel, dan Eko di Jakarta. Mereka berlima dengan Nova dan Renny (keduanya adik cewekku) menjemputku di Stasiun Gambir dari Bandung. Tapi kebersamaan kami juga tidak lama. Hanya sekitar sejam, dan dihabiskan dengan nongkrong di Menteng. Tempatnya mirip-mirip warkop kalau di Medan. Selesai makan malam, aku diantarin ke Jalan Bojonegoro. Salah satu kantor pusat media tempat aku menjadi kontributornya.
Sebenarnya aku masih sedikit bete dengan peristiwa kemalingan kemaren. Masih kesal sih. Tapi mau digimanain lagi yah? Mudah-mudahan pelakunya emang benar-benar butuh dan menggunakan hasil kejahatannya itu untuk hal-hal baik. Hiks…
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Posted by cakbrewok on July 24, 2005
The Sixth Sense. Ini bukan judul film yang dibintangi Bruce Willis keluaran tahun 1999 lalu (cek http://www.imdb.com/title/tt0167404/) .
Tapi ini adalah arti dari huruf kanji yang aku jadikan tattoo di salah satu bagian tubuhku Sabtu (23/7) kemarin. Studio tattoo One Die (baca Wandi) di Cihampelas mendapat kesempatan pertama untuk menorehkan tintanya di kulitku yang sebelumnya mulus dari seni rajah ini.
Read the rest of this entry »
Posted in hobby | 3 Comments »
Posted by cakbrewok on July 24, 2005
Hari ini aku sepertinya sedang sial betul. Bagaimana tidak, handphone 8250 yang berisikan banyak no handphone penting hilang digondol maling. Selain itu, duit kontan sebesar Rp. 120.000,- dan satu kartu kredit HSBC VISA juga ikut hilang. Sialnya lagi, saat aku hubungi customer service untuk memblokir kartu si maling sudah menggesek kartu dengan beban tagihan sebesar Rp. 910.000,-
Read the rest of this entry »
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Posted by cakbrewok on July 23, 2005
Sabtu, 23 Juli 2005
Saat menulis postingan ini aku sedang berada di sebuah warnet di bilangan Jalaprang, Sukaluyu Bandung. Aku sudah 2 hari di sini, numpang menginap di sebuah kost-an teman. Rencananya, besok aku sudah mesti balik ke Jakarta dan lusa nya mesti pulang lagi ke Medan. Dua majalah lokal yang aku garap sudah hampir tiba deadlinenya.
Read the rest of this entry »
Posted in hobby | Leave a Comment »
Posted by cakbrewok on July 17, 2005
Awalnya, aku online sambungan internet cuma mau melihat contoh laporan harian selama mengerjakan liputan buat Medan Media Center. Tapi, hampir dua puluh menit berlalu aku gak tahan juga untuk membuka blog ini. Paling ngga bisa nulis sebentar. Lagian belum ngantuk benar.
Read the rest of this entry »
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Posted by cakbrewok on July 17, 2005
Barusan aku menyelesaikan sebuah artikel lagi. Total masih ada sekitar 3 artikel yang mesti aku tuliskan ulang sebagai “oleh-oleh” perjalanan dari Lhokseumawe kemarin. Belum lagi sekitar 3 tulisan pendek untuk majalah photo! yang akan terbit Agustus nanti.
Read the rest of this entry »
Posted in hobby | Leave a Comment »
Posted by cakbrewok on July 17, 2005
Catatan : Saduran artikel ini aku dapatkan dari Agus Sopyan, sekarang di Yayasan PANTAU. Aku sangat menyukai artikel ini. Benar-benar abadi dan menyentuh.
Ini Sebuah Kehormatan
Jimmy Breslin
New York Herald Tribune, November 1963.
Washington — Clifton Pollard yakin hari Minggu itu dia akan bekerja juga. Pukul 09.00 dia sudah bangun. Di apartemen tiga kamarnya di Corcoran Street, dia sudah mengenakan terusan warna khaki lalu menuju dapur untuk sarapan. Istrinya, Hettie, sudah menyiapkan daging panggang dan telur untuknya. Pollard sedang makan ketika ada
Read the rest of this entry »
Posted in news | Leave a Comment »
Posted by cakbrewok on July 16, 2005
“Kalau begitu terus kerja aparat Polri/TNI bagaimana masyarakat mau percaya? Sia-sia citra baik yang sedang dibangun mereka. Di kampung-kampung mereka ceramah yang baik-baik di meunasah, tapi di jalanan kelakuannya seperti itu. Bagaimana rakyat percaya,” kata sopir taksi L-300 jurusan Lhokseumawe–Medan yang saya tumpangi.
Read the rest of this entry »
Posted in AcehKita | Leave a Comment »