Yuk Pelihara Jurung di Akuarium
IKAN Arwana Silver peliharaanku sudah mati. Masalahnya sepele. Mungkin karena kelamaan mengganti air di akuarium. Akibatnya suhu air jadi tidak sesuai dengan ikan yang sudah kupelihara hampir selama setahun itu. Sedih juga waktu melihat ikan itu tidak bergerak lagi. Selain sudah membesar, ikan ini sudah semakin jinak. (baca: Osteoglossum Bicirrhosum Peliharaanku)
Sejak Arwana itu mati, akuarium lalu kuisi dengan berbagai jenis ikan lain. Untuk sementara aku menghindari memelihara jenis Arwana. Memang ikan ini agak lebih rentan dibandingkan ikan jenis lain. Jadi agak lebih repot memeliharanya. Read the rest of this entry
Oktober, Medan Langganan Hujan Deras
MEMASUKI bulan Oktober ini, hampir setiap hari hujan deras mengguyur Kota Medan. Akibatnya, air menggenang di mana-mana. Bukan rahasia lagi memang, setengah jam saja hujan deras, Kota Medan bisa saja langsung banjir parah.
Biasanya, hujan turun menjelang malam seperti saat ini. Kadang hujan turunnya lama, bisa lebih dari satu jam. Kadang hanya sebentar, dan kadang bisa sambung menyambung. Hujan, berhenti, hujan lagi…
Read the rest of this entry
Nongkrong di Pajak Hindu Yuk…
BELAKANGAN ini aku lagi suka nongkrong di Pajak (pasar) Hindu di Jalan Perdana Medan. Tepatnya di sebuah kopi tiam yang juga menjual kuetiaw goreng di sudut pajak itu. Biasanya, aku nongkrong di situ pada sekitar jam 09.30 WIB.
Duduk di sini asik. Anda bisa memandang aktivitas jual-beli yang berlangsung. Di pasar ini tersedia berbagai jenis kebutuhan rumah tangga, utamanya bahan masakan. Ada sayur mayur, ikan segar, daging, buah-buahan, kue-kue, sampai ke peralatan dapur.
Kumpul-kumpul Land Rover Medan
SENANG rasanya bisa berkumpul dengan teman-teman yang memiliki hobi sama, menggilai mobil bikinan Inggris: Land Rover! Belakangan ini, teman-teman yang tergabung di dalam Land Rover Club Medan (LRCM), semakin sering berkumpul, kapan saja dan di mana saja saat ada waktu luang.
Sekarang, sekali dalam sebulan kita sudah komitmen untuk bertemu. Selain untuk lebih meningkatkan tali silaturahmi, rasanya banyak hal yang bisa didiskusikan bersama, terutama menyangkut satu-satunya mobil yang memiliki body dari bahan birmabright ini.
Mahasiswa Medan Korban Gempa Jepang Kesulitan Makanan
Yvonne Tan, mahasiswa asal Medan yang berada di Tokyo, Jepang, Sabtu (12/3/2011), dalam kondisi baik setelah gempa dan tsunami menggulung Jepang. Hanya saja, Yvonne mengatakan masih stres dan mengalami sakit kepala hebat. Dia masih trauma dengan bencana yang menimpa Jepang pada Jumat.
“Aku di rumah saja. Di sini masih terus terjadi gempa,” kata Yvonne lewat email kepada medantalk.com. Dijelaskan Yvonne, ia kini berada di tempat yang dalam jangkauan evakuasi cepat kalau-kalau sesuatu terjadi. Read the rest of this entry
Hasangapon Mejeng di LRO
KALAU Anda berlangganan atau kebetulan membeli majalah Land Rover Owner International edisi April 2011, bolak-baliklah halaman demi halamannya. Di satu halamannya – aku juga tak tahu di halaman berapa karena belum melihat majalahnya – Anda akan melihat foto si Hasangapon, Land Rover SWB 88″ tahun 1961 berwarna biru bersama tuannya.
Ya, setelah setahun lebih kukirimkan, artikel itu baru naik cetak di edisi April 2011. Tulisan itu dicetak di satu halaman, plus dua foto pendukung. Yang pertama foto perempuan pemilik toko Pelita, penjual suku cadang Land Rover yang ada di Jalan Surakarta Medan, dan yang satu lagi, fotoku bersama Hasangapon yang difoto oleh temanku, Tonggo Simangunsong.
It’s a Jeep Thing, you Wouldn’t Understand
Penulis: Tonggo Simangunsong
GARANG, gagah, dan kuat dan berkelas. Itulah kesan yang akan tertangkap bila Jeep melintas di jalan raya (atau hanya terparkir diam di hadapan Anda). Ya, bagi mereka yang menganggap dirinya lelaki sejati, Jeep adalah pilihan kendaraannya. Jeep tak hanya tangguh dan tampak gagah di jalanan. Ia juga liar dan garang di alam bebas.
Membicarakan Jeep tak boleh mengabaikan sejarah Perang Eropa yang meledak pada tahun 1930-an. Kala itu,untuk menjawab tantangan perang, militer Amerika Serikat pun seakan dituntut untuk menciptakan kendaraan perang pengintai yang mampu menembus medan seliar apapun.
Read the rest of this entry
Si Landong, Keajaiban Sebuah Land Rover
SI LANDONG, Land Rover Series II putih keluaran tahun 1961 milik saya sudah lama berpindah tangan. Ia terpaksa dijual karena ketika itu saya memiliki kebutuhan lain yang tak kalah mendesak. Dengan berat hati Landong terpaksa dilepas. Meski hanya bersama dalam waktu sekitar satu tahun, banyak kisah yang sudah saya lewatkan bersama Si Landong.
Benar kata beberapa orang maniak Land Rover. Jip ini tak sekadar benda mati. Sejatinya Land Rover seperti hidup dan bernyawa. Tidak percaya? Cobalah tanyakan kepada beberapa orang pemilik Land Rover, niscaya mereka akan membenarkannya!

